GOSIPGARUT.ID — Aki Se’an (82), salah seorang pengungsi korban bencana tebing longsor di Kampung Cigentur, Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, mengeluh kepada salah seorang perangkat desa setempat soal beratnya biaya pengobatan kesehatan yang harus ia tanggung.
Warga Kampung Cisamak, Desa/Kecamatan Cisewu, tapi sehari-harinya bermukim di dekat lokasi bencana tebing longsor itu, pada Minggu (12/12/2020), harus dirawat selama sehari karena menderita sakit di bagian lambung (maag).
Karena mendapat informasi bahwa semua pengungsi bencana Cisewu dan Talegong digratiskan dalam biaya pengobatan kesehatan, maka Aki Se’an mendatangi sebuah klinik yang ada di Cisewu untuk merawatkan dirinya. Diantar salah seorang kerabatnya, ia datang ke klinik itu pada pagi hari sekira pukul 06:00 WIB.
“Aki Se’an dirawat di Klinik BS selama sehari, masuk pukul 06:00 (pagi) dan pulang pada pukul 18:00 (sore). Alhamdulillah kondisi kesehatan Aki Se’an sedikit membaik setelah dirawat di klinik itu. Ia pun kemudian pulang lagi ke lokasi pengungsian di Posko 1 Madrasah Ibtidaiyah An-Nur,” terang perangkat desa yang bernama Ade ini.
Ade menambahkan, sepulangnya Aki Se’an dirawat di Klinik BS, pihaknya langsung menerima keluhan bahwa Aki Se’an dan keluarga merasa keberatan dengan biaya pengobatan yang dikenakan pihak klinik sebesar Rp565.000. Pasalnya, dari informasi yang diterimanya bahwa untuk pengobatan para pengungsi bencana tebing longsor digratiskan.
Pihak perangkat Desa Cisewu mengaku bingung ketika menerima keluhan dari Aki Se’an tersebut. Pihaknya tidak tahu harus berbuat apa, jika Aki Se’an meminta bahwa bekas biaya pengobatan di klinik harus diganti oleh pemerintah desa Cisewu. Masalahnya, di pemerintah desa pun tidak ada anggaran untuk itu.
“Kami hanya bisa menyesalkan kenapa Aki Se’an berobat di klinik kalau mau gratis. Sementara pihak instansi yang menyediakan pengobatan gratis untuk korban bencana longsor hanya Puskesmas Cisewu dan Talegong,” kata sejumlah perangkat Desa Cisewu yang berhasil dikonfirmasi, Senin (14/12/2020) siang. ***



.png)













