Berita

Perhutani Bantah Adanya Kerusakan Hutan Penyebab Banjir Bandang Garut Selatan

×

Perhutani Bantah Adanya Kerusakan Hutan Penyebab Banjir Bandang Garut Selatan

Sebarkan artikel ini
Sungai di hutan Sancang, Garut Selatan. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Perum Perhutani Garut membantah adanya dugaan kerusakan hutan di hulu sungai yang menjadi penyebab terjadinya banjir bandang akibat luapan sungai lalu merendam ribuan rumah penduduk dan merusak fasilitas umum di wilayah selatan Kabupaten Garut.

“Terkait kondisi hutan yang turut sungainya mengalir ke sini di hulu cukup baik kondisinya, memang kalau yang namanya banjir pasti disebabkan oleh air,” kata Administratur Perhutani KPH Garut, Nugraha saat meninjau warga yang terdampak banjir, Rabu (14/10/2020).

Ia mengatakan bahwa petugas dari Perhutani Garut sudah memeriksa kondisi hutan di hulu sungai untuk memastikan tidak ada kerusakan yang menjadi salah satu penyebab banjir di selatan Garut.

Baca Juga:   Warga Adat Kampung Pulo di Garut Tak Mengenal Para Caleg

Menurut Nugraha, banjir akibat luapan sungai itu bukan karena kerusakan hutan, tetapi intensitas air hujan yang tinggi sehingga hutan tidak mampu menyerap air hingga akhirnya terjadi banjir.

“Kami nyatakan di sana tak ada kerusakan, curah hujan terlalu tinggi itu sama saja kayak hutan itu ‘diseblok’ (disiram) air besar sampai tak bisa menampung,” ujar dia.

Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan banjir bandang di Garut diduga karena adanya kerusakan lingkungan atau hutan di hulu sungai yang kewenangannya ada di Perhutani.

Baca Juga:   Garut Fun Off-Road Digelar di Jalur Gunung Guntur, Bupati: Bukan pada Tanah BKSDA atau Perhutani

Bahkan, lanjut dia, kondisi kerusakan hutan yang disinyalir menjadi salah satu penyebab bencana alam di Garut sudah beberapa kali dibahas, dan disampaikan ke masyarakat.

“Kejadian ini (banjir) kan terus terjadi, maka kita perlu lakukan rekonstruksi hutan, minimalisasi agar tak terjadi banjir lagi,” kata Bupati.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah selatan Garut pada Minggu (11/10), kemudian terjadi luapan sungai besar yang bermuara ke laut, lalu merendam ribuan rumah penduduk di Kecamatan Pameungpeuk, Cibalong, dan Cikelet.

Baca Juga:   BPBD Terus Waspadai Potensi Bencana Susulan yang Mungkin Terjadi di Garut Selatan

Pemkab Garut sudah menyalurkan bantuan dan menyiapkan tempat pengungsian dan dapur umum untuk membantu warga yang terdampak banjir bandang di daerah itu.

Selain banjir, wilayah selatan Garut juga dilanda bencana tanah longsor yang merusak rumah penduduk dan menggangu akses jalan warga di daerah perbukitan. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel Iklan
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *