Berita

Rektor Universitas Garut: DOB Garut Selatan Sebuah Keniscayaan

×

Rektor Universitas Garut: DOB Garut Selatan Sebuah Keniscayaan

Sebarkan artikel ini
Rektor Universutas Garut (Uniga) Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng.

GOSIPGARUT.ID — Daerah Otonomi Baru (DOB) Garut Selatan selalu menimbulkan pro dan kontra. Apalagi setelah Bupati Rudy Gunawan kembali melontarkan rencana percepatan pembentukan DOB yang sudah lama didambakan masyarakat Garut Selatan.

Pernyataan Bupati Rudy tersebut menimbulkan tanggapan beragam, salah satunya dari kalangan akademisi dan tokoh pendidikan Garut yang sekaligus Rektor Universutas Garut (Uniga) Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng.

Ia mengungkapkan, jika saat ini ada anggapan yang mengatakan DOB Garut Selatan belum layak, itu sah-sah saja. Apalagi kalau hanya dilihat dari prespektif kemampuan ekonomi, salah satunya dilihat dari pendapatan asli daerah (PAD), ya mungkin saja tidak layak. Tapi jika tujuannya untuk meningkatkan pelayanan publik, DOB Garut Selatan sebuah keniscayaan.

“Jangan terlalu beroriantesi pada kemampuan ekonomi saja, tapi kepentingan pemerataan pembangunan harus jadi prioritas utama. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik, yaitu melalui ketersediaan pelayanan publik, jangkauan relatif singkat, mudah dan murah, sehingga masyarakat terstimulus untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif. Kalau itu yang menjadi tujuan, DOB Garut Selatan sudah merupakan keniscayaan,” kata Syakur.

Baca Juga:   Bupati Garut Tegaskan Sekolah Rakyat Prabowo Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Ia menyampaikan, jika kondisi Garut Selatan yang sekarang terus dibiarkan, dan menunggu kesiapan dari sisi kemampuan ekonomi terlebih dahulu, Garut Selatan tidak akan pernah maju. Seperti perdebatan telur dan ayam duluan mana, ini tidak akan pernah selesai jika tidak cepat diputuskan.

“Jadi, jika Garut Selatan ingin maju, pemerintah pusat harus melakukan intervensi khusus dengan menggelontorkan dana. Tapi tentunya harus memperhatikan sisi pengawasan supaya dana tersebut bisa tepat sasaran. Salah satunya dengan konsep daerah otonomi baru, agar pemerataan pembangunan lebih fokus dan terarah,” ujar Syakur.

Ia menegaskan, jika prespektif ekonomi dijadikan pertimbangan, apakah Kabupaten Garut sekarang secara ekonomi sudah layak? Bahkan kalau dilihat dari PAD-nya, Kabupaten Garut yang hanya Rp173,264 miliar per tahun. “Kan belum juga bisa dikatakan layak,” tandasnya.

Syakur menambahkan, jika ada pemerintahan baru di Garut Selatan, maka akan menimbulkan multiplier effect. Kondisi ini akan memancing para investor datang. Dampaknya, akan tumbuh akifitas ekonomi besar yang melibatkan masyarakat sekitar. Kemudian tumbuh lapangan kerja baru karena prinsif investor seperti semut dan gula: Di situ ada gula, maka akan banyak semut yang datang.

Baca Juga:   300 Ribu Masker dari Dinas Koperasi dan UMKM Jabar untuk Garut

“Artinya, di mana ada kegiatan pemerintahan, maka pertumbuhan ekonomi akan serta merta naik. Diikuti dengan pembangunan infrastruktur, salah satunya akan dibangun jalan kabupaten, jalan provinsi, bahkan jalan nasional. Jika konektivitas jalan sudah tersambung, maka akan memudahkan akitifitas ekonomi dan akan jadi pertimbangan para investor datang ke Garut Selatan,” ucap Syakur.

Salah satu persoalan nyata yang ada di Garut Selatan sekarang, Rektor Uniga ini menandaskan, kan persoalan akses jalan. Kalau kondisinya tetap seperti saat ini, apakah ada investor tertarik datang ke Garut Selatan? Rasanya akan sulit.

“Bahkan jika kita melihat jauh ke depan, sangat mungkin di Garut Selatan dibangun pelabuhan atau mendorong industri pariwisata karena milihat potensi yang dimiliki Garut Selatan di sektor pariwisatanya, adalah sektor yang paling mungkin dan logis untuk dikembangkan. Tentunya dengan tata kelola pariwisata yang baik dengan dukungan kesiapan masyarakat setempat,” kata Syakur.

Baca Juga:   Port Academy Gelar Diklat Mooring Unmooring Bekerja Sama dengan PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari

Kondisi saat ini, menurut dia, suka atau tidak, harus diakui ada disparitas pembangunan atau ketimpangan antara Garut bagian tengah, utara, dengan Garut bagian selatan. Kondisi itu secara tidak langsung menimbulkan bukan hanya pada masalah ekonomi tapi idiologi, politik, sosial, budaya dan kemananan.

“Ya, salah satu solusi yang paling mungkin adalah menjadi daerah otonomi baru, sehingga kehadiran pemerintah di daerah-daerah yang selama ini tidak tersentuh akan ikut mereduksi perosalan yang ada,” ujar Ketua KONI Kabupaten Garut ini.

Terkait rencana Pemkab Garut yang akan menyiapkan aparatur sipil negara (ASN) untuk pembentukan DOB Garut Selatan, Syakur menanggapi positif rencana tersebut meskipun secara kuantitas ASN di Kabupaten Garut masih kurang.

Untuk itu, karena masih ada waktu, Syakur menyarakan agar SDM betul-betul disiapkan dari sekarang dengan seleksi yang lebih transparan, akuntabel, dan tentunya dengan berbasis kompetensi. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *