GOSIPGARUT.ID — Prabowo Subianto membagikan 260 unit becak listrik gratis kepada para penarik becak lanjut usia di Kabupaten Garut melalui Pemerintah Kabupaten Garut di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Selasa, 29 September 2026.
Penyerahan bantuan Presiden Republik Indonesia yang menjadi hak milik pribadi penerima ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi senior sekaligus menyuntikkan daya tarik ramah lingkungan bagi sektor pariwisata daerah.
Penyaluran armada ramah lingkungan di Garut ini memperluas jangkauan distribusi bertahap di Jawa Barat, menyusul langkah serupa yang telah dieksekusi di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Direktur Operasi Yayasan GSN, Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo, menegaskan penerima bantuan disaring berdasarkan prioritas usia. Bantuan difokuskan kepada penarik becak berusia minimal 55 tahun sebagai wujud keprihatinan Presiden terhadap lansia berusia 70 hingga 80 tahun yang masih harus mengayuh becak di jalanan.
”Aturan khususnya tidak ada, tapi penerima becak listrik bantuan Pak Prabowo ini minimal berusia 55 tahun. Beliau sangat prihatin, ada yang usianya 70 bahkan 80 tahun masih mengayuh. Harapannya yang tua dulu yang menerima,” ujar Sudarwo di Gedung Pendopo Garut.
Dari sisi keunggulan teknis, becak listrik ini dibekali daya jelajah hingga 30 kilometer dalam sekali pengisian baterai penuh. Pengemudi diimbau mengisi ulang daya ketika indikator menyisakan satu garis guna menghindari kehabisan pasokan listrik di tengah perjalanan.

Untuk jaminan operasional jangka panjang, Yayasan GSN bekerja sama dengan produsen lokal dalam menyediakan ketersediaan suku cadang serta fasilitas perbaikan gratis. Dengan demikian, para pengemudi tidak perlu mengkhawatirkan biaya perawatan berkala.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, yang menguji langsung keandalan becak listrik tersebut, memuji kenyamanan dan kapasitas ruang penumpang yang lebih lega dibanding becak konvensional.
”Alhamdulillah kalau review sebagai pelanggan, biasanya becak itu sempit untuk dua orang, ini lalega (luas). Laju jalannya lembut, halus, tidak terasa digowesnya. Karunya ka emangna (kasihan ke abangnya), sekarang tidak khawatir lagi kalau di tanjakan karena pakai listrik. Intinya jauh lebih nyaman,” kata Putri.
Pemkab Garut memproyeksikan kehadiran armada ini untuk memperkuat ekosistem pariwisata. Wisatawan yang berkunjung tanpa kendaraan pribadi dapat memanfaatkan becak listrik ini untuk mengelilingi kawasan perkotaan Garut secara nyaman dan bebas emisi.
”Intinya ini sebagai kail dan umpannya untuk menjemput rezeki masyarakat yang ada di Kabupaten Garut,” tutur Putri.
Dampak langsung bantuan ini dirasakan oleh para penarik becak lokal, salah satunya Samsul, pengemudi asal Kecamatan Karangpawitan. Ia mengaku kehadiran becak listrik sangat membantu mobilitas fisiknya dalam mencari nafkah sehari-hari.
Selanjutnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Garut bersama pihak terkait akan menyeksi data pengemudi lansia lainnya guna memvalidasi penerima bantuan pada tahap berikutnya. ***



.png)















