Berita

Syakur Amin Lantik Dua Kades PAW Garut, Sentil Anggaran Cupet dan Anak Putus Sekolah

×

Syakur Amin Lantik Dua Kades PAW Garut, Sentil Anggaran Cupet dan Anak Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melantik dua Kepala Desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Jumat (25/9/2026).

GOSIPGARUT.ID — ​Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melantik dua kepala desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Jumat, 25 September 2026. Di tengah keterbatasan anggaran ruang gerak desa, Syakur menginstruksikan para kades anyar bergerak cepat membereskan tiga persoalan krusial: anak putus sekolah, tingginya angka kematian ibu dan bayi, serta ketahanan ekonomi warga.

​Dua pejabat yang mengambil sumpah jabatan yakni Sugiono sebagai Kepala Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, dan Supriatna sebagai Kepala Desa Lembang, Kecamatan Leles. Keduanya mengisi kekosongan kepemimpinan di tingkat tapak untuk melanjutkan sisa masa jabatan.

​Syakur menegaskan kepemimpinan di desa tidak boleh berhenti hanya karena ruang fiskal yang sempit. Ia meminta kepala desa berinovasi mengelola sumber daya daerah tanpa bergantung sepenuhnya pada dana transfer.

Baca Juga:   Pria di Garut Penyiram Istrinya dengan Air Panas Jadi Tersangka

​”Apapun itu, Anda semua mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Kepercayaan itu sangat berarti dan bernilai, sehingga saya berharap Bapak bisa melaksanakan amanat ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Syakur usai prosesi pelantikan.

​Dalam arahannya, Syakur menitipkan tiga prioritas utama yang harus segera dieksekusi pemerintah desa:

​Pendidikan: Kepala desa diminta menyisir langsung pemukiman warga untuk mendata anak usia sekolah yang putus sekolah atau rentan berhenti di tengah jalan. Pemerintah Kabupaten Garut menyiagakan intervensi bantuan bagi keluarga yang terkendala masalah finansial.

Baca Juga:   Pemkab Garut Terjunkan Seluruh SKPD untuk Wujudkan Target "Zero Stunting"

​”Anak-anak kita banyak yang putus sekolah atau tidak serius sekolahnya. Saya nitip para kepala desa, coba ajak lagi anak-anaknya. Kalau ada yang putus sekolah, usahakan agar mau melanjutkan,” ujarnya.

​Kesehatan: Syakur menyoroti Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih menjadi catatan merah di Kabupaten Garut. Aparat desa diinstruksikan mengoordinasikan bidan desa, kader posyandu, dan pengawasan nutrisi ibu hamil secara terpadu.

Baca Juga:   Pertamina NRE – Verso Energy Prancis, Kolaborasi Strategis Percepat Transisi Energi Global

​Ekonomi Perdesaan: Penguatan ekonomi warga desa harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kades dituntut menggerakkan potensi usaha lokal agar perputaran ekonomi tidak mandek.

​Pelantikan dua kades PAW ini menjadi momentum uji efektivitas tata kelola pemerintahan desa di Cikajang dan Leles, terutama dalam menyelaraskan program daerah dengan persoalan mendasar warga di tingkat akar rumput. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel Iklan
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *