Berita

440 Siswa Baru Ikuti MPLS Ramah Anak di SMPN 1 Bayongbong, Hadirkan BPBD dan Pegiat Lingkungan

×

440 Siswa Baru Ikuti MPLS Ramah Anak di SMPN 1 Bayongbong, Hadirkan BPBD dan Pegiat Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Siswa baru SMPN 1 Bayongbong mengikuti MPLS tahun ajaran 2026 - 2027.

GOSIPGARUT.ID — SMP Negeri 1 Bayongbong, Kabupaten Garut, menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan konsep ramah anak, edukatif, dan bebas perpeloncoan. Selama lima hari pelaksanaan, sebanyak 440 peserta didik baru mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter sejak hari pertama.

Kepala SMPN 1 Bayongbong, Herdi Mulyana, mengatakan seluruh rangkaian MPLS disusun agar siswa baru memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa praktik intimidasi maupun perpeloncoan. Kegiatan difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, serta penanaman kepedulian terhadap lingkungan dan kebencanaan.

“Kami sudah lama menggagas sekolah ramah anak. Karena itu, aktivitas MPLS dirancang tanpa perpeloncoan dan lebih menekankan pada pembentukan karakter, adaptasi lingkungan sekolah, serta kepedulian terhadap lingkungan dan kebencanaan,” ujar Herdi.

Baca Juga:   Kolaborasi TikTok: Dorong Potensi Ekonomi & Penghasilan Digital

Untuk memperkaya materi, sekolah menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi dan komunitas, di antaranya Pemerintah Desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pegiat lingkungan.

Salah satu materi disampaikan Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Kadafi, yang juga merupakan alumni SMPN 1 Bayongbong. Dalam sesi tersebut, siswa diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan, khususnya kelestarian sungai, sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan sejak usia sekolah.

Herdi menjelaskan, pelaksanaan MPLS tahun ini bertepatan dengan diterimanya 440 peserta didik baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Jumlah itu berasal dari jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan jalur lainnya sesuai ketentuan pemerintah.

Baca Juga:   Heboh Kakek 78 Tahun Menikahi Gadis 17 Tahun, Maskawin Uang Rp10 Juta dan Sepeda Motor

Menurut dia, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMPN 1 Bayongbong masih sangat tinggi. Tahun ini jumlah pendaftar mencapai sekitar 700 orang, sementara daya tampung sekolah hanya 440 siswa.

“Jumlah pendaftar sekitar 700 orang, sedangkan yang diterima hanya 440 siswa. Minat masyarakat memang terus meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

Sebagai salah satu sekolah yang telah berdiri hampir 80 tahun, SMPN 1 Bayongbong menjadi tujuan calon peserta didik tidak hanya dari wilayah Bayongbong, tetapi juga dari Sukaresmi, Cigedug, Cisurupan, hingga Cilawu. Namun, penerapan jalur domisili membuat peluang siswa dari luar wilayah semakin terbatas, dengan batas penerimaan berdasarkan jarak sekitar 1,8 kilometer dari sekolah pada SPMB tahun ini.

Baca Juga:   Tiga PPPK di Kecamatan Cisewu Garut Belum Terima THR, Diduga Terkendala Usulan Data

Meski banyak calon siswa belum dapat diterima, Herdi mengatakan sekolah terus memberikan penjelasan kepada orang tua mengenai mekanisme seleksi agar proses penerimaan berlangsung transparan dan sesuai aturan.

Ia menambahkan, tingginya jumlah pendaftar membuat SMPN 1 Bayongbong memperoleh pengecualian untuk membuka lebih banyak rombongan belajar. Kebijakan tersebut memungkinkan sekolah menerima 440 siswa baru, yang kini mengikuti MPLS sebagai langkah awal memasuki jenjang pendidikan menengah pertama dalam suasana yang aman, inklusif, dan menyenangkan. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *