GOSIPGARUT.ID — Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Serayu 288 di perlintasan rel KM 201, Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. Korban diduga sengaja meniarapkan tubuh di atas rel sesaat sebelum kereta melintas.
Kapolsek Kadungora, Alit Kadarusman, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan dari warga dan petugas jaga perlintasan sesaat setelah kejadian terjadi. Polisi kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Begitu menerima laporan, anggota piket fungsi Polsek Kadungora langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan TKP, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Reskrim dan Tim Identifikasi Polres Garut,” ujar Alit, Senin (18/5/2026).
Setelah proses olah TKP dilakukan, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSU dr. Slamet Garut guna proses identifikasi lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan saksi, Ahmad Sahrul Ramdani (33), yang merupakan penjaga palang pintu perlintasan kereta api, korban sempat terlihat berjalan di sekitar rel dari arah barat menuju timur. Polisi juga meminta keterangan dari saksi lain, Ricko Satria Mauludin (20), petugas keamanan Stasiun Leles.
Menurut Alit, saksi telah berupaya memperingatkan korban agar menjauh dari jalur rel karena kereta api akan segera melintas. Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan.
“Saksi sempat berteriak memperingatkan korban agar menjauh dari rel karena KA Serayu jurusan Pasar Senen–Purwokerto akan melintas. Namun korban tidak menghiraukan peringatan tersebut,” kata Alit.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan para saksi, pria tersebut justru berdiri di tengah rel sambil meregangkan kedua tangannya. Ketika kereta semakin dekat, korban kemudian langsung tengkurap di atas rel hingga akhirnya tertabrak kereta.
Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia di lokasi. Polisi menyebut kondisi tubuh korban mengalami luka berat akibat benturan keras dengan kereta yang melaju.
“Hingga saat ini identitas korban masih belum diketahui dan kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar lokasi perlintasan rel terkejut. Sejumlah warga yang mendengar suara kereta dan keramaian di lokasi mendatangi area kejadian sebelum akhirnya aparat kepolisian memasang garis pengaman dan melakukan evakuasi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berada terlalu dekat dengan jalur rel kereta api demi keselamatan. Selain berbahaya, aktivitas di sekitar rel tanpa kepentingan juga melanggar aturan keselamatan perkeretaapian. ***



.png)























