Berita

Jembatan Penghubung Dua Desa di Banjarwangi Putus Diterjang Banjir, Bupati Garut Turun Tangan Percepat Pembangunan Baru

×

Jembatan Penghubung Dua Desa di Banjarwangi Putus Diterjang Banjir, Bupati Garut Turun Tangan Percepat Pembangunan Baru

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung kondisi jembatan penghubung strategis antara Desa Kadongdong dan Desa Padahurip di Kecamatan Banjarwangi yang hanyut diterjang banjir bandang, Jumat (8/5/2026).

GOSIPGARUT.ID — Akses vital penghubung Desa Kadongdong dan Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, yang putus akibat diterjang banjir bandang kembali mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, turun langsung meninjau lokasi jembatan yang hanyut tersebut pada Jumat (8/5/2026) untuk memastikan percepatan pembangunan jembatan pengganti yang akan didanai pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, Kepala Dinas Sosial, serta jajaran kecamatan dan pemerintah desa, Syakur melihat langsung kondisi jalur penghubung yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga.

Jembatan lama diketahui hanyut diterjang banjir bandang pada 2022. Sejak saat itu, masyarakat hanya mengandalkan jembatan darurat hasil swadaya untuk melintasi sungai demi menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:   Lintasarta Resmikan SQURA Cybersec Xperience Center: Pusat Inovasi dan Edukasi Teknologi Keamanan Siber

Putusnya akses tersebut berdampak besar terhadap mobilitas warga, terutama pelajar, petani, hingga masyarakat yang hendak menuju pusat kota maupun fasilitas pelayanan publik.

Dalam peninjauan itu, Syakur menegaskan pembangunan jembatan baru menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah daerah tengah bergerak cepat agar proses pembangunan dapat segera dimulai setelah bantuan dari pemerintah pusat dipastikan turun.

“Diharapkan ini bisa diselesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya karena kita mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Semoga masyarakat di sini mendukung kegiatan ini sehingga pembangunan berjalan lancar sesuai harapan,” ujar Syakur.

Menurut dia, keberadaan jembatan tersebut bukan hanya sekadar penghubung antarwilayah, tetapi juga penopang aktivitas ekonomi dan akses layanan dasar masyarakat di kawasan Banjarwangi.

Baca Juga:   Bupati Garut Pantau Talaga Bodas di Awal 2026, Ajak Wisatawan Luar Daerah Datang ke Danau Putih Vulkanik

Sementara itu, Agus Ismail menjelaskan proyek pembangunan ini masuk dalam program Kementerian PU untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan dan kesehatan di daerah terpencil melalui pembangunan jembatan gantung.

Berdasarkan hasil kajian teknis, jembatan baru akan dibangun dengan bentang utama sekitar 80 meter. Selain itu, akan ditambah bentang sayap sepanjang 13 meter di sisi kiri dan kanan sehingga total panjang jembatan mencapai lebih dari 100 meter.

Agus mengungkapkan, salah satu tantangan utama proyek berada pada pembangunan jalur pendekat atau oprit. Namun, persoalan tersebut kini mulai teratasi berkat kolaborasi antara Pemkab Garut dan pemerintah desa.

“Melalui dorongan Pak Bupati, kami bersama pemerintah desa akan membuka akses jalur pendekat baik dari Desa Kadongdong maupun Desa Padahurip agar pembangunan bisa segera dilaksanakan,” katanya.

Baca Juga:   Lima Hari Jelang Lebaran, Bupati Rudy Gunawan Telusuri 80 KM Pantai Selatan Garut

Kepala Desa Kadongdong, Maoluddin Lapit, menyebut jembatan tersebut memiliki peran sangat penting bagi kehidupan masyarakat.

Menurut dia, selama bertahun-tahun jembatan itu menjadi jalur utama warga untuk sekolah, berdagang, hingga mengangkut hasil pertanian.

“Warga yang mau ke kota lewat sini, anak-anak sekolah juga lewat sini. Ini akses vital bagi masyarakat dan petani karena hasil-hasil ekonomi dibawa melalui jalur ini,” ucap Maoluddin.

Ia berharap pembangunan jembatan baru dapat segera terealisasi agar aktivitas masyarakat kembali normal setelah bertahun-tahun terkendala akibat putusnya akses penghubung tersebut. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *