Berita

Setelah Bertahun-tahun Dinanti, Jembatan Gantung Cigolewang Akhirnya Sambungkan Bungbulang–Cihikeu

×

Setelah Bertahun-tahun Dinanti, Jembatan Gantung Cigolewang Akhirnya Sambungkan Bungbulang–Cihikeu

Sebarkan artikel ini
Jembatan gantung Cigolewang di Kecamatan Bungbulang.

GOSIPGARUT.ID — Penantian panjang warga dua desa di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, akhirnya terjawab. Jembatan gantung Cigolewang sepanjang 40 meter dengan lebar 1,20 meter resmi terbentang kokoh pada 8 Januari 2026, setelah dibangun sejak 20 Desember 2025.

Jembatan gantung ini menghubungkan Kampung Cigolewang, Desa Bungbulang, dengan Kampung Rancapari, Desa Cihikeu. Kehadirannya bukan sekadar infrastruktur penghubung, tetapi menjadi urat nadi baru aktivitas warga—mulai dari akses pendidikan, pertanian, perekonomian, hingga ibadah.

Kepala Desa Bungbulang, Fiki Ramdani, menyebut jembatan yang dibangun oleh TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) itu telah lama dinantikan masyarakat. Selama bertahun-tahun, warga harus menempuh jalur berisiko dengan menyeberangi sungai atau memutar jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:   APBD Garut 2026 Dipangkas Rp436 Miliar, Sekda Ingatkan Fokus ke Program Rakyat

“Alhamdulillah, jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Bungbulang. Kepentingan pendidikan, pertanian, perekonomian, kesehatan, hingga keagamaan kini jauh lebih mudah diakses,” ujar Fiki, Senin (26/1/2026).

Menurut Fiki, keberadaan jembatan juga memangkas waktu tempuh warga yang hendak mengurus administrasi ke kantor desa maupun kecamatan, terutama bagi warga yang tidak memiliki kendaraan bermotor.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Cihikeu, Adang Sulaeman. Ia mengungkapkan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terwujudnya jembatan gantung tersebut.

“Alhamdulillah, atas nama warga Desa Cihikeu, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kasad TNI AD atas perhatian dan dukungannya,” kata Adang, Senin (26/1/2026).

Baca Juga:   Gas LPG 3 Kilogram Dijual Murah di Garut, Warga Antusias Membeli

Sebelum jembatan ini dibangun, warga dari kedua kampung kerap menghadapi hambatan serius. Anak-anak sekolah, warga yang mengurus administrasi, hingga pelaku ekonomi terpaksa menyeberangi Sungai Cibalubur atau berjalan memutar dengan jarak dan waktu tempuh yang melelahkan.

“Dulu, aktivitas warga benar-benar terhambat karena harus menyeberang sungai. Sekarang, alhamdulillah, jembatan sudah ada dan manfaatnya sangat terasa,” lanjut Adang.

Jembatan gantung Cigolewang yang baru dibangun ini juga mengalami perbaikan signifikan dari sisi keamanan. Jika sebelumnya berada di area persawahan, kini jembatan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan ditinggikan sekitar lima meter dari permukaan Sungai Cibalubur untuk mengantisipasi banjir saat curah hujan tinggi.

“Posisi jembatan sekarang lebih tinggi dan aman. Tidak mengganggu aktivitas warga dan lebih tahan terhadap risiko banjir,” ujar Oos Supyadin, warga Kampung Cigolewang yang selama ini aktif membantu dan memfasilitasi upaya pembangunan jembatan tersebut.

Baca Juga:   Permintaan Yacht Pribadi ke Nusa Penida Meningkat 40%, Wisatawan Incar Kenyamanan dan Privasi

Atas rampungnya pembangunan jembatan gantung Cigolewang, warga dari kedua desa menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak, TNI AD sebagai Satgas Percepatan Pembangunan Jembatan, serta Vertical Rescue Indonesia (VRI).

“Kami atas nama warga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Jembatan ini benar-benar membuka kembali akses kehidupan kami,” kata Oos. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *