Tokoh

Perempuan Garut Ini Berperan Bangun Bangsa Melalui Politik

×

Perempuan Garut Ini Berperan Bangun Bangsa Melalui Politik

Sebarkan artikel ini
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Nuni Nurbayani. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Perempuan yang menjabat sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Nuni Nurbayani menyatakan, perempuan memiliki peran penting dalam menyukseskan pesta demokrasi sebagai upaya membangun bangsa Indonesia seperti halnya perjuangan Kartini yang dahulu memperjuangkan emansipasi perempuan.

“Dalam konteks demokrasi ini merupakan salah satu peluang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam proses politik,” kata Nuni salah satu perempuan yang masuk pada jajaran komisioner KPU, Minggu (21/4/2019).

Ia menuturkan, hari Kartini yang sering diperingati setiap 21 April harus menjadi pengingat tentang perjuangan emansipasi perempuan pada masa kolonial.

Baca Juga:   Vicky Safra, Janda Terkaya Sejagat Mantan Istri Bankir, Berusia 68 Tahun

Perjuangan Kartini, kata Nuni, harus menjadi contoh bagi perempuan lainnya untuk menunjukan diri sebagai pribadi yang mampu menentukan arah masa depan bangsa Indonesia.

“Perempuan harus berani menunjukan dirinya sebagai pribadi yang bisa menentukan arah bagi masa depan bangsa,” kata perempuan behijab itu.

Nuni mengatakan, saat ini kaum perempuan di Garut telah cukup berani menunjukan diri untuk mengabdikan diri kepada bangsa, terbukti dengan terpenuhinya keterwakilan perempuan dalam pemilihan legislatif sebesar 35 persen.

Baca Juga:   Dari Guru SMP ke Kabid SD Disdik Garut, Ai Sadidah Fokus Pastikan Tak Ada Anak Usia SD Putus Sekolah

Ia menyebutkan, ada 689 calon legislatif di Kabupaten Garut, sebanyak 244 orang merupakan calon dari perempuan dengan berbagai kalangan usia dan latar bekalang pendidikan.

“Di Garut sudah memenuhi keterwakilan dalam pencalonan di legislatif sebanyak 35 persen khususnya di Kabupaten Garut dari 689 terdapat 244 caleg yang berkontestasi,” ujar Nuni.

Namun keikutsertaan perempuan dalam pesta demokrasi itu, kata dia, ternyata masih minim terpilih oleh masyarakat sehingga belum mempercayakan perempuan berada di lembaga legislatif.

Baca Juga:   Akan Nyaleg di 2024, Iyeth Bustami Tidak Kapok Terjun Kembali ke Dunia Politik

Nuni berharap, ke depan perempuan bisa lebih maju dengan memperkuat kemampuan diri dalam berpolitik, terutama membangun pendidikan politik bagi perempuan agar aspirasi kepentingan perempuan bisa terwakili oleh anggota legislatif dari perempuan.

“Karena itu untuk mensukseskan demokrasi penting dilakukan pendidikan politik bagi perempuan, agar ke depan perempuan di masa kini bisa memegang amanah sebagai pemimpin,” katanya. (Ant/Yus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *