GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi merilis Gerakan Masyarakat Aktif Berolahraga (Gemar). Pencanangan program nasional ini bertepatan dengan momentum Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Minggu, 23 Agustus 2026.
Langkah ini menyasar peningkatan kualitas kesehatan serta produktivitas masyarakat melalui rutinitas aktivitas fisik. Kemenpora menunjuk Kabupaten Garut sebagai salah satu daerah percontohan pelaksanaan program Gemar di Jawa Barat.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga stamina tubuh. Menurut dia, derajat kesehatan fisik dan mental tidak didapat secara cuma-cuma, melainkan butuh upaya berkelanjutan dari masyarakat.
”Kita yakin harus sehat. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa menjalankan berbagai aktivitas produktif bagi keluarga dan lingkungan. Sehat itu tidak tiba-tiba, harus diikhtiarkan lewat aktivitas fisik yang teratur,” kata Syakur.
Sinergi Lintas Lembaga
Pencanangan di kawasan bebas kendaraan bermotor tersebut melibatkan partisipasi lintas lembaga. Sejumlah organisasi olahraga dan kepemudaan tampak memadati lokasi, di antaranya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), serta Special Olympics Indonesia (SOIna).
Perwakilan Kemenpora RI, Isa Anshary, mengapresiasi keterlibatan aktif elemen masyarakat Garut dalam program ini. Ia berharap kolaborasi tersebut sanggup menggenjot indeks kebugaran warga secara signifikan.
”Kami mengapresiasi tinggi antusiasme masyarakat Kabupaten Garut. Semoga gerakan ini berlanjut secara konsisten sehingga tingkat partisipasi dan kebugaran warga Garut terus meningkat,” tutur Isa.
Target Gaya Hidup Berkelanjutan
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, menegaskan program Gemar tak berhenti pada agenda seremonial semata. Pemerintah daerah memproyeksikan gerakan ini sebagai media edukasi publik untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
Menurut Asep, pemanfaatan ruang publik seperti CFD menjadi strategi efektif untuk menjangkau masyarakat luas secara langsung. Sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan menjadi tumpuan utama keberlanjutan program tersebut.
”Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi Kemenpora, Pemkab Garut, perangkat daerah, hingga organisasi olahraga dan kepemudaan. Kami ingin mendorong gaya hidup aktif ini secara konsisten,” ujar Asep.
Lewat integrasi program Gemar dan CFD, Pemkab Garut menargetkan perluasan cakupan warga yang berolahraga secara teratur sebagai bagian dari gaya hidup harian. ***



.png)









