GOSIPGARUT.ID — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut menetapkan sejumlah agenda strategis organisasi hingga tahun 2028 dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) yang digelar di Balai Diklat Kependudukan dan KB Garut, Kamis (14/5/2026).
Forum yang dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah se-Kabupaten Garut itu menjadi ajang konsolidasi besar organisasi sekaligus penegasan arah gerakan dakwah berkemajuan di tingkat daerah.
Musypimda mengusung tema “Bersama Membangun Gerakan Keagamaan yang Inklusif, Sustainable dan Berkemajuan” dan dibuka langsung Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Ahmad Dahlan.
Sejak pagi, peserta mengikuti rangkaian agenda mulai registrasi, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga sidang pleno yang membahas evaluasi program kerja dan penetapan kebijakan strategis organisasi.
Ketua Panitia, Abdullah Efendi, mengatakan Musypimda menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan PDM Garut sejak dilantik pada 2023.
“Kegiatan ini bukan hanya forum evaluasi, tetapi juga penentuan arah prioritas gerakan Muhammadiyah Garut hingga Musyda 2028,” ujarnya.
Dalam Sidang Pleno 2, forum memaparkan laporan kegiatan PDM Garut periode 2023-2026 yang dipimpin Deden Wahyudin Derajat dan Ahmad Dimyati.
Sementara pada Sidang Pleno 3, peserta menetapkan program strategis majelis dan lembaga untuk memperkuat peran Muhammadiyah di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan. Sidang tersebut dipimpin Nanang Sopyan Hambali bersama Subhan Fauzi.
SatuMU Jadi Langkah Modernisasi Muhammadiyah Garut
Salah satu agenda yang menyita perhatian peserta adalah sosialisasi platform digital SatuMU dan layanan Bank Danamon Syariah.
SatuMU merupakan sistem digital terpadu yang dirancang untuk mengintegrasikan data anggota Muhammadiyah, pembayaran iuran, hingga pelayanan organisasi berbasis verifikasi biometrik.
Ketua PDM Garut, Agus Rahmat Nugraha, menyebut digitalisasi organisasi menjadi langkah penting dalam membangun tata kelola Muhammadiyah yang lebih modern dan profesional.
Menurut dia, implementasi Satu Data Muhammadiyah akan memperkuat akurasi data sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga persyarikatan.
“Ke depan, layanan organisasi harus semakin efektif, profesional, dan akurat berbasis teknologi,” kata Agus.
PDM Garut juga membentuk tim verifikator yang terdiri dari Deden Wahyudin, Abdullah Efendi, Yanyan Hermawan, Jamal Mukhsin Alamsyah, dan Reksi Pawwaz M untuk mengawal penerapan sistem tersebut.
Selain membahas transformasi digital, Musypimda melalui Sidang Pleno 4 menetapkan Ketua PD Aisyiyah Garut, Eti Nurul Hayati, sebagai anggota pleno PDM Garut secara ex-officio sesuai instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Forum juga menetapkan pembina Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) guna memperkuat koordinasi organisasi di tingkat kecamatan.
PCM Pameungpeuk Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Musyda 2028
Pada penghujung persidangan, peserta Musypimda membahas penjaringan calon tuan rumah Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah Garut ke-15.
Berdasarkan hasil musyawarah, PCM Pameungpeuk resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Musyda Muhammadiyah Garut tahun 2028. Sementara wilayah Cilawu, Kadungora Barat, dan Cibiuk disiapkan sebagai alternatif lokasi.
Dalam sambutannya, Ahmad Dahlan berharap Muhammadiyah Garut terus menjadi pelopor gerakan Islam berkemajuan di Jawa Barat melalui aksi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.
Musypimda ditutup sekitar pukul 17.00 WIB. Pada penutupan acara, Agus Rahmat Nugraha mengajak seluruh kader Muhammadiyah menjaga semangat dakwah yang inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Kita ingin gerakan Muhammadiyah hadir sebagai kekuatan transformasi sosial yang membawa manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya. ***



.png)




















