GOSIPGARUT.ID — Sebuah video yang memperlihatkan kisah pilu seorang kakek dari pedalaman Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, viral di media sosial. Dalam video tersebut, sang kakek tampak kecewa setelah gagal membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kantor kecamatan setempat lantaran blanko KTP dilaporkan habis.
Kakek tersebut diketahui datang dari wilayah pedalaman Cimenteng, Desa Cintawana, Kecamatan Cisompet. Ia harus menempuh perjalanan jauh sejak pagi hari demi mengurus dokumen kependudukan yang sangat dibutuhkan.
Dalam percakapan yang terekam video, kakek itu mengaku berangkat sejak pukul 08.00 WIB dan baru kembali sekitar pukul 11.00 WIB. Untuk perjalanan pulang-pergi, ia harus merogoh kocek sekitar Rp100 ribu—jumlah yang tidak sedikit bagi warga pedalaman.
“Dari Cimenteng, mau bikin KTP,” ujar sang kakek singkat saat ditanya perekam video.
Namun harapan untuk pulang membawa KTP pupus. Setibanya di kantor kecamatan, ia justru mendapat informasi bahwa blanko KTP sedang tidak tersedia.
“Blangkonya habis,” kata sang kakek lirih.
Kondisi tersebut memantik keprihatinan warganet. Pasalnya, sang kakek sudah jauh-jauh datang dengan biaya sendiri, namun harus pulang tanpa hasil. Dalam video itu juga terdengar ungkapan kekecewaan karena tidak ada solusi langsung yang diberikan selain janji akan dikabari kemudian.
“Kasihan sekali, sudah jauh-jauh, ongkos habis, tapi KTP tidak jadi,” ujar perekam video yang turut menyuarakan keprihatinannya.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan klasik dalam pelayanan administrasi kependudukan, khususnya di wilayah pedesaan dan pelosok. Ketersediaan blanko KTP yang kerap kosong dinilai berdampak langsung pada warga kecil yang bergantung pada layanan negara.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Cisompet maupun instansi terkait mengenai kekosongan blanko KTP dan langkah tindak lanjut bagi warga yang telah terlanjur datang dari jauh. ***



.png)

















