Berita

Kisah Sedih Pejabat Disdik Survei SD di Garut Selatan, Mobil Mogok dan Tidur di Sekolah

×

Kisah Sedih Pejabat Disdik Survei SD di Garut Selatan, Mobil Mogok dan Tidur di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Kepala Seksi Sarana pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Ma'mun Gunawan, dengan latarbelakang mobil taft yang mogok di tengah jalan. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Sejak Kamis 12 Desember 2019, Kepala Seksi Sarana pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Ma’mun Gunawan, melakukan survei ke 156 sekolah dasar (SD) pemenang proyek rehabilatasi dan pembangunan ruang kelas yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

Ditemani oleh dua koleganya, yakni staf Seksi Sarana Bidang SD, Iswahyudi, dan fasilitator (konsultan) proyek Toni Sumartono, mengawali surveinya di Kecamatan Talegong, sebuah kecamatan paling ujung di sebelah barat Kota Garut dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung.

Di Kecamatan Talegong, Ma’mun dan kedua rekannya, mengunjungi sebanyak tujuh SD, berlangsung sepanjang hari, yaitu dari pagi hingga sore. Mereka tidak menemui rintangan berarti saat melaksanakan survei hari pertama di kecamatan ini. Bahkan, saking lancarnya, sekira pukul 16.00 WIB pun Ma’mun sudah melanjutkan survei ke kecamatan berikutnya.

“Selanjutnya, pada Kamis sore, kami mampu mensurvei tiga SD di Kecamatan Cisewu, yaitu SDN Nyalindung 1, Nyalindung 2, dan Mekarsewu. Karena masih banyak lagi sekolah yang harus kami survei, maka terpaksa saya nginap di Cisewu,” kata Ma’mun saat ditemui GOSIPGARUT.ID di penginapan Salewo, Cisewu, pada Kamis (12/12/2019) malam.

Baca Juga:   Tiga Hari Tenggelam di Pantai Sancang, Pemuda Ini Ditemukan Tak Bernyawa

Ia mengatakan, survei di Kecamatan Cisewu mungkin akan memakan waktu agak lama, karena jumlah sekolah yang harus dikunjunginya cukup banyak, yaitu 14 SD. Selain itu, letak sekolahnya pun banyak yang berada di pedalaman dengan medan jalan yang harus dilalui relatif berat.

Ma’mun Gunawan dan kawan-kawan saat dijamu makan di SDN 2 Karangsewu.
(Foto: Istimewa)

“Tapi akan kami usahakan agar survei di Kecamatan Cisewu bisa berlangsung sehari, karena pada Jum’at malam kami harus sudah masuk ke daerah survei ketiga, yakni Kecamatan Caringin dan selanjutnya ke Kecamatan Mekarmukti,” ujar Ma’mun.

Ternyata, harapan dia untuk bisa menyelesaikan survei SD di Kecamatan Cisewu hingga Jum’at malam dan segera berlanjut ke kecamatan lainnya, tidak kesampaian. Justru sebaliknya, Ma’mun dan dua rekannya malah harus bermalam lagi di Cisewu. Dan, bukan menginap di penginapan seperti malam sebelumnya, melainkan di ruang kelas sekolah yang ada di pedalaman.

“Kami tidur di ruang kelas SDN 2 Karangsewu (sebuah desa di pedalaman Cisewu), pake matras namun dikasih sepre. Kendati begitu, Alhmadulillah kami senang karena bisa mengunjungi sekolah yang belum pernah dikunjungi pejabat Disdik Garut,” kata pria betubuh tegap yang juga sebagai Ketua PGRI Kecamatan Banyuresmi ini.

Baca Juga:   Kepala SMK PGRI Bungbulang Akui Sering Didatangi Wartawan dan LSM: Belum Ada yang Bersikap Aneh-aneh

Sebelum masuk ke SDN Karangsewu 2, Ma’mun melakukan survei terlebih dahulu di SDN 1 Cikarang dan SDN 3 Cikarang, juga sekolah yang berada di desa pedalaman. Jarak dari ibukota Kecamatan Cisewu sekira 15 kilometer dengan melewati medan jalan cukup berat. Beruntung saat survai kali ini mereka menggunakan mobil jenis jeep, Daihatsu Taft, yang terbilang tangguh menguasai medan berbukit.

“Saat melakukan perjalanan antara Desa Cikarang dengan Desa Karangsewu, kondisi cuaca berkabut dan hujan rintik-rintik. Entah melewati jalan apa namanya, yang pasti saat itu kondisi perjalanan dalam gelap karena kabut dan melewati hutan. Kondisi jalannya pun mengerikan, berupa bebatuan, naik turun, dan banyak belokan tajam,” terang Ma’mun, menjawab pertanyaan soal kondisi yang ia temui dalam perjalanan survei ke sekolah-sekolah tersebut.

Diterangkannya, sampai di SDN 2 Karangsewu sudah larut malam. Tentunya, dengan kondisi cuaca dan alam yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, malam itu Ma’mun dan kedua koleganya juga anak-anak dari Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Cisewu yang mengantar perjalanan antara Cikarang – Karangsewu, bermalam di SDN 2 Karangsewu.

Salah satu SD yang disurvei Ma’mun Gunawan dan staf, juga konsultan proyek. (Foto: Istimewa)

“Jajaran SDN 2 Karangsewu menerima kami cukup baik. Selain menyediakan tempat untuk kami bermalam, mereka juga menjamu kami dengan makanan enak,” ujar Ma’mun yang mengakui cukup berkesan dengan tugas survei SD di Kecamatan Cisewu itu.

Baca Juga:   Musrenbang Cibalong Usulkan Perbaikan Sejumlah Ruas Jalan Penghubung di Garut Selatan

Tapi ia pun sempat mengalami peristiwa sedih selama sehari dua malam melakukan survei sekolah di Cisewu, yakni ketika mengawali tugas hendak mensurvei SDN 1 dan SDN 2 Girimukti. Sebelum sampai ke lokasi tujuan, mobil Daihatsu Taft putih yang ditumpanginya mengalami mogok mesin di tengah perjalanan.

“Karena harus mengganti suku cadang mobil yang rusak dan membelinya jauh ke Pangalengan (Kabupaten Bandung), akhirnya mobil disimpan di tengah jalan. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke lokasi tujuan dengan menumpang ojeg,” jelas Ma’mun. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *