Berita

BNPB Jamin Penanganan Korban Gempa Bumi di Bandung dan Garut Berlangsung Baik

×

BNPB Jamin Penanganan Korban Gempa Bumi di Bandung dan Garut Berlangsung Baik

Sebarkan artikel ini
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengemas bantuan logistik berupa paket kebutuhan pokok dan perlengkapan pengungsi untuk segera disalurkan kepada korban gempa bumi di Kabupaten Bandung dan Garut, Rabu (18/9/2024).

GOSIPGARUT.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjamin penanganan ratusan korban terdampak gempa bumi di Kabupaten Bandung dan Garut, tertangani dengan baik dan cepat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari Rabu (18/9/2024), mengatakan bantuan darurat sudah mulai disalurkan oleh personel reaksi cepat BPBD Jawa Barat ke lokasi bencana dengan jumlah yang proporsional.

Bantuan darurat tersebut antara lain berupa tenda pengungsi, terpal, senso (gergaji mesin), genset, lampu portabel, paket mi instan, paket sembako dan air mineral, ke lokasi terdampak di Kabupaten Bandung dan Garut.

Menurut dia, Kabupaten Bandung dan Garut merupakan daerah yang paling terdampak gempa bumi yang terjadi Senin pagi.

Pusat Pengendalian Operasi BPBD Jawa Barat mencatat sampai dengan pukul 15.00 WIB jumlah korban terdampak di Kabupaten Bandung sebanyak 491 keluarga dan 209 keluarga di Garut. Bahkan sampai sore kemarin sebanyak 450 jiwa korban di Kabupaten Bandung mengungsi menempati tenda darurat yang terkonsentrasi di halaman Kantor Camat Kertasari.

Baca Juga:   Sepanjang Februari 2021, Terjadi 44 Kali Gempa Bumi di Jabar

Para korban itu berasal dari Kecamatan Kertasari, Pangalengan, Ibun, Pacet, Arjasari, dan Pameungpeuk, di Kabupaten Bandung. Sementara untuk Kabupaten Garut berasal dari Kecamatan Pasirwangi, Tarogong Kaler, dan Sukaresmi.

Adapun sejumlah wilayah tersebut menjadi yang terdampak langsung guncangan gempa skala 5,0 magnitudo pukul 09.41 WIB. Sebanyak 491 bangunan rumah dan fasilitas umum di Kabupaten Bandung rusak ringan hingga berat, dan di Kabupaten Garut sebanyak 209 bangunan rumah dan fasilitas yang rusak.

“Pendataan jumlah kerusakan pun dilakukan di saat yang bersamaan,” ujar Abdul seraya menjabarkan saat ini tim petugas gabungan juga menangani kebutuhan medis terhadap ratusan korban luka-luka.

Pihaknya mencatat total korban luka sampai dengan pukul 15.20 WIB ada sebanyak 81 orang di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut satu orang. Para korban yang luka berat telah dievakuasi tim petugas gabungan untuk mendapatkan perawatan di puskesmas dan rumah sakit umum daerah setempat.

Baca Juga:   MAXY Academy Beri Pelatihan Gratis: Strategi SEO Jangka Panjang untuk Bisnis Digital

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung menyebut telah terjadi sebanyak 26 kali gempa susulan pasca-gempa bermagnitudo 5,0 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin pagi pukul 09.41 WIB.

“Sebanyak 26 gempa bumi susulan sampai 15.30 WIB, masyarakat tetap waspada dengan gempa bumi susulan ini,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu, Rabu (18/9/2024).

Ia mengatakan gempa susulan yang terjadi memiliki magnitudo yang terus mengecil. Ia mengingatkan potensi gempa bumi susulan masih dapat terjadi ke depan.

“Gempa susulan masih dapat terjadi, tapi magnitudonya kecil,” kata Teguh.

Ia menyatakan isu akan adanya gempa susulan yang lebih besar di Kabupaten Bandung dengan rentang waktu dua jam sejak guncangan 5,0 magnitudo adalah suatu kebohongan atau hoaks.

Pasalnya, kata Teguh, hingga saat ini terjadinya gempa bumi belum bisa diprediksi kapan terjadinya.

Baca Juga:   BJB Garut Berikan Bantuan untuk Korban Longsor di Talegong dan Singajaya

“Kalau ada yang menginformasikan akan terjadi gempa, maka itu dipastikan tidak benar karena gempa tidak bisa diprediksi,” katanya.

Terkait beredarnya isu berupa pesan berantai bahwa akan ada gempa lebih besar hingga membuat resah warga, BMKG mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” ujar Teguh.

Selain itu masyarakat juga diimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” ujarnya. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *