Jawa Barat

Investasi Jabar Tembus Rp296,8 Triliun, Pemprov Siapkan Strategi Baru Agar Tak Terpusat di Kawasan Industri

×

Investasi Jabar Tembus Rp296,8 Triliun, Pemprov Siapkan Strategi Baru Agar Tak Terpusat di Kawasan Industri

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Investasi.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat capaian investasi sebesar Rp296,8 triliun sepanjang 2025. Namun, tingginya angka penanaman modal itu masih didominasi oleh segelintir daerah berbasis kawasan industri, sehingga mendorong Pemprov Jabar menyiapkan strategi baru agar investasi lebih merata.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengungkapkan lima daerah menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi sepanjang 2025.

Kelima daerah tersebut yakni Kabupaten Bekasi dengan nilai investasi Rp81,8 triliun, disusul Kabupaten Karawang Rp70,7 triliun, Kabupaten Bogor Rp32,4 triliun, Kabupaten Subang Rp18,2 triliun, dan Kabupaten Purwakarta Rp12,4 triliun.

“Konsentrasi ini menunjukkan sekitar 70 persen investasi Jawa Barat masih terpusat di wilayah tertentu, terutama kawasan industri utama. Ini menjadi salah satu bahan pembahasan penting kami,” kata Dedi.

Kondisi tersebut mendorong Pemprov Jabar mengubah pendekatan promosi dan penawaran investasi pada 2026. Pemerintah daerah akan menggeser strategi dari pendekatan sektoral menuju pendekatan kewilayahan dan tematik, agar potensi daerah di luar pusat industri dapat ikut berkembang.

Baca Juga:   Tiru Korea Selatan, Pemprov Jabar Siapkan Opsi Semi Lockdown

“Kami ingin mendorong investasi berbasis potensi wilayah. Setiap daerah di Jawa Barat punya keunggulan masing-masing, dan itu harus diterjemahkan menjadi proyek investasi yang konkret dan siap ditawarkan,” ujarnya.

Strategi baru tersebut juga dibahas dalam Sarasehan Investasi Jabar 2026 yang menyoroti berbagai isu krusial penghambat investasi. Mulai dari kepastian tata ruang, perlindungan lingkungan hidup, kesiapan infrastruktur dasar, percepatan perizinan berusaha, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Selain itu, digitalisasi layanan perizinan dan ketenagakerjaan juga menjadi fokus penguatan untuk meningkatkan daya saing investasi Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Dedi Mulyadi memaparkan potensi besar sektor pangan sebagai ladang investasi strategis dalam lima tahun ke depan, seiring dengan lonjakan jumlah penduduk.

Baca Juga:   Benahi Situ Bagendit, Pemprov Jabar Siapkan Dana Sebesar Rp 30 Miliar

“Jawa Barat sangat krusial dan potensial untuk menjadi pusat penanaman modal di Indonesia. Lima tahun ke depan, pertumbuhan penduduknya luar biasa. Ini bukan hanya soal membangun industri, tapi juga pasar yang sangat besar,” kata Dedi.

Ia menyebutkan, proyeksi jumlah penduduk Jawa Barat pada 2030 mencapai 52,69 juta jiwa. Dengan angka tersebut, kebutuhan pangan diperkirakan meningkat signifikan, di antaranya kebutuhan beras sekitar 4,28 juta ton per tahun, telur 428 ribu ton per tahun, dan daging ayam 578 ribu ton per tahun.

“Kebutuhan ini, termasuk sembako lainnya, akan meningkat secara tajam,” ujarnya.

Dari sisi lingkungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Ai Saadiyah Dwidaningsih menekankan pentingnya tata ruang sebagai fondasi utama investasi berkelanjutan, sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat.

Baca Juga:   Ridwan Kamil Minta Kepadatan Penduduk Masuk Pertimbangan Besaran Alokasi Dana Desa

“Ruang menjadi kunci utama dalam perizinan sebelum memasuki pintu yang lain,” kata Ai.

Ia mengingatkan, berbagai bencana yang terjadi di Jawa Barat tidak semata-mata disebabkan faktor alam, melainkan juga akibat aktivitas manusia yang tidak terkendali.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagaimana menyeimbangkan investasi, ekonomi, ruang, dan lingkungan agar tercipta iklim investasi yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Dengan strategi baru tersebut, Pemprov Jabar menargetkan realisasi investasi pada 2026 tidak hanya mencetak angka besar, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di seluruh wilayah Jawa Barat. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *