Kesehatan

Ratusan Kasus HIV Terungkap di Garut Sepanjang 2025, Skrining Diperluas hingga Ibu Hamil

×

Ratusan Kasus HIV Terungkap di Garut Sepanjang 2025, Skrining Diperluas hingga Ibu Hamil

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi/Istimewa

GOSIPGARUT.ID — Upaya agresif Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dalam memburu kasus HIV/AIDS mulai menunjukkan gambaran nyata. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, sebanyak 306 orang terdeteksi terpapar HIV/AIDS dari total 67.571 warga yang menjalani tes skrining melalui Program Eliminasi HIV/AIDS, hepatitis, dan sifilis.

Angka tersebut bukan sekadar statistik. Di baliknya, tersimpan strategi pencegahan yang sengaja difokuskan pada deteksi dini, terutama pada kelompok berisiko, termasuk ibu hamil.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Garut, Asep Surachman, mengatakan jumlah temuan masih berpeluang bertambah karena tes skrining terus dilakukan hingga akhir tahun.

Baca Juga:   Tujuh Kabupaten di Jawa Barat Belum Mencapai UHC 95 Persen, Garut Salah Satunya

“Tes dilakukan menggunakan rapid test oleh puskesmas dan klinik tertentu, menyasar populasi berisiko seperti ibu hamil,” kata Asep kepada wartawan, Sabtu (20/12/2025).

Menurut Asep, semakin banyak kasus yang ditemukan justru menjadi indikator keberhasilan strategi pencegahan. Dengan mengetahui status sejak dini, penanganan bisa segera dilakukan sebelum penularan meluas.

“Semakin banyak kasus terungkap, semakin baik untuk pengendalian. Ketika seseorang terpapar, pengobatan langsung diberikan agar penularan bisa ditekan,” ujarnya.

Saat ini, sedikitnya 20 puskesmas di Kabupaten Garut telah ditunjuk untuk memberikan layanan pengobatan HIV/AIDS secara berkelanjutan. Pengobatan ini bertujuan menekan jumlah virus dalam tubuh pasien sekaligus menjaga kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Baca Juga:   Viral, Seorang Ibu Melahirkan Bayi Laki-laki Setelah Hanya Satu Jam Hamil

Tak hanya mengandalkan fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan juga menggandeng komunitas dan lembaga peduli HIV/AIDS, termasuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), untuk melakukan pemantauan intensif terhadap pasien.

“Kami bersinergi dengan komunitas agar pemantauan dan pendampingan pengobatan bisa berjalan optimal,” kata Asep.

Hasilnya cukup menggembirakan. Sepanjang 2025, tidak tercatat satu pun kasus kematian akibat HIV/AIDS di Kabupaten Garut. Capaian ini dinilai sebagai buah dari konsistensi sosialisasi, skrining masif, serta pengobatan yang rutin dan terpantau.

Baca Juga:   Selama Januari 2019, 18 Orang di Jabar Meninggal Dunia Karena DBD

“Ini menunjukkan bahwa pencegahan dan pengendalian yang dilakukan di puskesmas berjalan efektif,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Garut pun mengimbau masyarakat untuk tidak takut menjalani tes skrining HIV/AIDS. Deteksi dini, menurut Asep, menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai penularan dan mencegah dampak yang lebih luas di kemudian hari. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *