Tokoh

Agus Sambas, Relawan Kemanusiaan di Garut Selatan Bangun Rumah Singgah bagi yang Membutuhkan

×

Agus Sambas, Relawan Kemanusiaan di Garut Selatan Bangun Rumah Singgah bagi yang Membutuhkan

Sebarkan artikel ini
Agus Sambas, relawan kemannusiaan di Garut Selatan.

GOSIPGARUT.ID — Seorang relawan kemanusiaan di Garut Selatan, tepatnya Desa Neglasari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, membangun rumah singgah dengan uang pribadi yang diperuntukkan bagi relawan atau musafir yang membutuhkan tempat istirahat.

Adalah Agus Sambas (40) pria yang sehari-hari aktif di bidang pertanian itu selama dua puluh tahun berkecimpung di bidang kemanusiaan, seperti menolong warga yang sakit, membantu anak yatim piatu, mengadakan kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI, dan membantu korban bencana alam.

Agus menuturkan kegiatan tersebut ia lakukan didorong rasa prihatin terhadap kondisi masyarakat sekitar sehingga mendorongnya untuk andil dan peduli dalam penanganan berbagai kebencanaan.

“Awalnya karena prihatin dengan kondisi masyarakat sekitar. Apalagi Desa Neglasari memiliki wilayah yang cukup luas dan masih jauh dari fasilitas kesehatan sehingga warga yang kurang mampu dan tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan kesulitan untuk berobat, mendorong saya untuk turun membantu mengantarkan ke Puskesmas, RSUD atau. ke RSHS dan rumah sakit rujukan lainnya,” ucap dia, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga:   Perupa Asal Garut Ditunjuk untuk Buatkan Sketsa Wajah Para Menteri LH Anggota G20

“Itu semua karena panggilan hati nurani saja karena kita prihatin dengan kondisi masyarakat yang masih banyak membutuhkan bantuan apalagi masyarakat miskin di pelosok,” tambah Agus Sambas.

Untuk kegiatan tersebut, ia selalu menggunakan uang pribadi. Hebatnya Agus juga berhasil membangun rumah singgah di Kampung Campaka Atas, Desa Neglasari, Kecamatan Cisompet. Rumah singgah tersebut diperuntukkan bagi relawan atau yang membutuhkan tempat istirahat ketika perjalanan jauh.

“Rumah singgah ini sengaja dibangun sebagai tempat berkumpul para relawan selepas kegiatan penanganan kebencanaan dan juga bagi musafir (orang yang sedang melakukan perjalanan) yang membutuhkan tempat istirahat,” terang Agus.

Baca Juga:   9.204 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor Garut Selatan

“Untuk kegiatan kemanusiaan saya juga bekerja sama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap),, MRI (Masyarakat Relawan Indonesia), AABI (Agus Agus Bersaudara Indonesia), BPBD, dan Damkar dalam penanganan kebencanaan,” sambung dia.

Agus Sambas yang kini menjabat Ketua FPRB (Forum Pengurangan Resiko Kebencanaan) dan Pengurus PMI (Palang Merah Indonesia) Kecamatan Cisompet mengungkapkan sering mendapatkan sikap dan perlakuan sebelah mata ketika turun membantu kebencanaan.

“Sebagai manusia biasa sering ada rasa sedih juga ketika ada sebagian masyarakat yang memandang sebelah mata, menganggap relawan digaji tapi membantu tidak maksimal. Padahal kami semua bekerja karena panggilan hati nurani dan tidak digaji serta membantu evakuasi atau penanganan bencana dengan alat seadanya,” ungkapnya.

Baca Juga:   Asep Sopian Siap Kembali Pimpin Desa Mulyasari di Periode Kedua

Meski demikian, Agus Sambas menuturkan tidak akan kapok membantu warga meski apapun tantangannya karena membantu warga sudah menjadi panggilan hati nurani. Ia juga berharap generasi muda di Kabupaten Garut aktif kembali dalam kegiatan gotong royong karena dengan gotong royong dan kebersamaan, empati, dan kepedulian akan banyak manfaat yang bisa dipetik.

“Saya berharap generasi muda aktif kembali membangun gotong royong, kepedulian karena budaya dari leluhur kita, orang tua kita, mengajarkan sikap gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Insyaallah dengan kepedulian akan terbangun ketajaman rasa, terbangun silaturahmi, ilmu dan pengalaman yang sangat berharga,” ujar dia. (Ai Karnenngsih)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *