Jawa Barat

Jawa Barat Tempati Posisi Pertama Angka Penceraian Tertinggi, Garut di Urutan Berapa?

×

Jawa Barat Tempati Posisi Pertama Angka Penceraian Tertinggi, Garut di Urutan Berapa?

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Perceraian pasangan suami istri.

Wibowo mengatakan, penyebab perceraian tersebut pun beragam, mulai dari tingginya pernikahan usia dini, faktor ekonomi, perselingkuhan, hingga masalah sosial dan budaya.

Wibowo mencatat 16.653 perkawinan anak di seluruh Indonesia dengan kasus tertinggi Jawa Timur di antaranya sebanyak 87 persen disebabkan kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu, dia menyebutkan, belum matangnya usia anak untuk menikah seringkali menjadi penyebab terjadinya perceraian.

“Sehingga ini pentingnya anak-anak itu diberikan pengertian tentang pertahanan keluarga untuk bisa memberikan pengertian bahwa dibutuhkan kematangan sebelum dilaksanakan pernikahan,” ungkap Wibowo.

Baca Juga:   Untuk Berdayakan 22 Ribuan UKM di Garut, Langkah Ini yang Diambil Pemkab dan Mercy Corps Indonesia

Tak hanya itu, Wibowo mengatakan, emosi yang belum stabil pada anak dapat pula menjadi penyebab adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada pernikahan anak usia muda.

“Seringkali juga ada KDRT dalam pernikahan anak, karena emosinya yang belum stabil. Karena masih anak-anak, seringkali emosi lebih mendominasi dibanding kebijaksanaan, sehingga belum bisa mengontrol emosi dan sebagainya di masing-masing pasangan,” lanjutnya.

Baca Juga:   Tiga CDPOB Disetujui, Gubernur Jabar Berharap Kualitas Pelayanan Publik Meningkat

Di sisi lain, Wibowo menyampaikan, perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin terbuka juga tak bisa dipungkiri menjadi faktor penyebab tingginya angka perkawinan anak.

“Kedua, ada faktor ekonomi. Ketiga, masih ada pemahaman di masyarakat kita kalau sudah aqil baligh misalnya, itu sudah diperbolehkan untuk menikah,” paparnya.

Padahal, Wibowo menekankan, dalam Undang-undang sudah ditegaskan bahwa usia yang diperbolehkan untuk perempuan menikah yakni pada usia sudah menginjak 19 tahun.

Baca Juga:   Saat Ini SD dan SMP di Garut Butuhkan Tiga Ribuan Guru ASN
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *