Berita

60 Persen Produksi Jagung Jawa Barat Disuplai dari Garut, Haeruman: Tahun 2023 Hasilkan 482.916 Ton

×

60 Persen Produksi Jagung Jawa Barat Disuplai dari Garut, Haeruman: Tahun 2023 Hasilkan 482.916 Ton

Sebarkan artikel ini
Panen raya jagung di Desa Pangeureunan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Kamis (02/05/2024). (Foto: Deni Seftiana)

GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut, Haeruman, mengatakan 60 persen produksi jagung di Jawa Barat disuplai dari Kabupaten Garut. Faktanya, selama tahun 2023 produksi jagung pipilan kering yang dihasilkan oleh Kabupaten Garut mencapai hampir 482.916 ton.

Beberapa kecamatan penghasil jagung di Kabupaten Garut, tambah dia, yakni Kecamatan Limbangan, Malangbong, Banyuresmi, Karangpawitan, Cikelet, Caringin, dan Kecamatan Pakenjeng.

Haeruman memaparkan pada tahun 2023, pihaknya melalui berbagai sumber anggaran telah memberikan berbagai fasilitas program dan kegiatan, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten, provinsi, hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga:   Ikuti Sidang Itsbat Nikah, 70 Pasangan di Garut Kini Sebagai Suami Istri yang Syah

“Hal itu diberikan untuk mendukung pengembangan kawasan korporasi jagung, mulai dari fasilitas bantuan benih dan sarana produk jagung hibrida seluas 9.497 hektare, pemberian 1 unit vertical dyer jagung berkapasitas 10 ton, hingga pembangunan prasarana, salah satunya adalah jalan usaha tani,” jelas dia, saat panen raya jagung di Desa Pangeureunan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Kamis (02/05/2024).

Haeruman menambahkan, tahun ini pihaknya mengupayakan memberikan fasilitas bantuan benih jagung hibrida untuk areal seluas 15 ribu hektar, dan untuk tanaman padi seluas 13 ribu hektar di seluruh Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Polda Jabar Periksa Sejumlah Orang Terkait Tragedi Pesta Rakyat di Garut, Siapa Saja?

“Untuk tahap pertama telah dilaksanakan penyaluran terhadap kelompok tani dengan luasan bantuan mencapai 2.605 hektare,” tandasnya.

Selain itu, imbuh Haeruman, pada tahun ini pihaknya menargetkan melaksanakan pembangunan jalan usaha tani sekira sepanjang 21,682 kilometer, yang diharapkan mampu meningkatkan akses terhadap mobilisasi pengangkutan sarana produksi ke areal lahan, maupun hasil produksi dari kebun ke sentra-sentra pengumpulan.

Camat Limbangan, Guriansyah Sukiran, mengatakan, dari 14 desa yang ada di Kecamatan Limbangan, sebanyak 9 desa turut berkontribusi terhadap produksi jagung di Kabupaten Garut.

Tak hanya jagung, beberapa komoditas lain yang menjadi unggulan di Kecamatan Limbangan, seperti padi, palawija, hingga kunyit yang menjadi pendukung terhadap program pertanian.

Baca Juga:   Puskesmas Cilawu Garut Raih Predikat WBK, Jadi Faskes Pertama Lolos Penilaian Nasional

Guriansyah mengungkapkan, Desa Pangeureunan betul-betul terfokus pada pertanian jagung, dari keseluruhan 4 ribu hektare tanaman jagung yang ada di Limbangan, 1.200 hektare di antaranya berada di Desa Pangeureunan.

“Ini merupakan satu hal yang mudah-mudahan sesuai dengan keinginan kita bersama, bahwa khususnya ketersediaan pangan dapat terwujud di Kabupaten Garut,” katanya. (MAZ)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *