Peristiwa

Pikirannya Kurang Waras, Seorang Pria di Talegong Akhiri Hidupnya di Tali Gantungan

×

Pikirannya Kurang Waras, Seorang Pria di Talegong Akhiri Hidupnya di Tali Gantungan

Sebarkan artikel ini
Seorang pria di Kampung Bunikasih, Desa Mekarmukti, Kecamatan Talegong Kabupaten Garut, mengakhiri hidupnya di tali gantungan.

GOSIPGARUT.ID — Diduga karena pikirannya kurang waras, seorang pria di Kampung Bunikasih, Desa Mekarmukti, Kecamatan Talegong Kabupaten Garut, mengakhiri hidupnya di tali gantungan.

Pria berinisial WW (36) itu tewas setelah lehernya terjerat tali tambang sepanjang dua meter yang diikatkan pada tiang atap di dapur rumahnya, Selasa (23/4/2024).

Menurut Kapolsek Talegong Polres Garut Iptu Irwandani, peristiwa gantung dirinya pria WW itu pertama kali ditemukan oleh ibu kandung korban, yaitu Rukmini (60) warga pada sekira pukul 06.30 WIB.

Baca Juga:   Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, 22 Rumah di Karangpawitan Garut Rusak

Persistiwa tersebut sangat menggegerkan pihak keluarga dan warga sekitar sehingga langsung melaporkannya kepada aparat kepolisian di Polsek Talegong.

“Anggota kami terjun ke lokasi didampingi petugas kesehatan dari Puskesmas Talegong yang langsung melakukan pemeriksaan medis terhadap mayat korban,” ujar Irwandani.

Ia menjelaskan, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada sekujur tubuh mayat. Namun hanya ditemukan tanda-tanda gantung diri seperti lidah menjulur, keluarnya cairan sperma dari kemaluannya dan keluar feses dari bagian dubur korban.

Baca Juga:   Depresi Karena Penyakit Menahun, Seorang Kakek di Talegong Gantung Diri di Gubug Rumahnya

Irwandani mengatakan dari hasil pemeriksaan, pendataan saksi dan pihak keluarga ditemukan fakta bahwa korban masih dalam masa penyembuhan sakit jiwa (ODGJ).

Keluarga juga menolak untuk dilakukan outopsi dan menganggap kejadian tersebut adalah takdir dari Yang Maha Kuasa. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *