Harus Raih 30 Medali dari 41 Cabor, Garut Targetkan Masuk Sepuluh Besar Porprov Jabar 2022

Harus Raih 30 Medali dari 41 Cabor, Garut Targetkan Masuk Sepuluh Besar Porprov Jabar 2022

GOSIPGARUT.ID -- Kabupaten Garut menargekan masuk sepuluh besar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XIV yang akan digelar...
Read More
Penanggulangan Bencana Garut Selatan Telan Rp1,7 Miliar, Pemkab Alokasikan dari BTT

Penanggulangan Bencana Garut Selatan Telan Rp1,7 Miliar, Pemkab Alokasikan dari BTT

GOSIPGARUT.ID -- Penanggulangan bencana alam yang terjadi di wilayah selatan Kabupaten Garut beberapa waktu lalu menelan dana sebesar Rp1,7 miliar....
Read More
Jalan Desa di Cisewu yang Baru Rampung Diaspal Rusak Tertimpa Longsor

Jalan Desa di Cisewu yang Baru Rampung Diaspal Rusak Tertimpa Longsor

GOSIPGARUT.ID -- Jalan desa di Desa Karangsewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang baru rampung diaspal rusak tertimpa longsor yang terjadi...
Read More
Banjir yang Rendam Delapan Desa di Pameungpeuk, Camat: Akibat Intensitas Hujan Cukup Tinggi

Banjir yang Rendam Delapan Desa di Pameungpeuk, Camat: Akibat Intensitas Hujan Cukup Tinggi

GOSIPGARUT.ID -- Bencana banjir yang merendam delapan desa di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, pada Kamis (22/9/2022) malam lalu, menurut Camat...
Read More
Pastikan Penanganan Berjalan Optimal, Wagub Jabar Tinjau Lokasi Banjir Pameungpeuk

Pastikan Penanganan Berjalan Optimal, Wagub Jabar Tinjau Lokasi Banjir Pameungpeuk

GOSIPGARUT.ID -- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjaau kondisi terkini bencana banjir di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut,...
Read More
Opsi Hindari Ancaman Banjir Pameungpeuk, Relokasi Rumah Warga atau Buat Tanggul

Opsi Hindari Ancaman Banjir Pameungpeuk, Relokasi Rumah Warga atau Buat Tanggul

GOSIPGARUT.ID -- Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan dua opsi menghindari ancaman bencana banjir ke depannya di Kecamatan Pameungpeuk, yakni pertama merelokasi...
Read More
Tujuh Perbedaan Antara PNS dengan PPPK, Mulai Batas Usia Saat Melamar Hingga Pensiun

Tujuh Perbedaan Antara PNS dengan PPPK, Mulai Batas Usia Saat Melamar Hingga Pensiun

GOSIPGARUT.ID -- Aparatur sipil negara atau ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja...
Read More
Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Garut Selatan Landa 20 Desa di Lima Kecamatan

Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Garut Selatan Landa 20 Desa di Lima Kecamatan

GOSIPGARUT.ID -- Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Garut bagian selatan yang terjadi pada Kamis malam 22 September 2022...
Read More
Banjir Pameungpeuk, 1.529 Sambungan Rumah Air Minum PDAM Tirta Intan Terputus Total

Banjir Pameungpeuk, 1.529 Sambungan Rumah Air Minum PDAM Tirta Intan Terputus Total

GOSIPGARUT.ID -- Peristiwa banjir bandang di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, menghancurkan bangunan pengambilan sumber air permukaan (intake). Akibatnya, 1.529 sambungan rumah...
Read More
Banjir dan Longsor Landa Garut Selatan, Wabup Helmi Budiman Mohon Do’a untuk para Korban

Banjir dan Longsor Landa Garut Selatan, Wabup Helmi Budiman Mohon Do’a untuk para Korban

GOSIPGARUT.ID -- Bencana banjir dan longsor melanda wilayah Garut Selatan pada Kamis (22/9/2022) kemarin. Banjir akibat meluapnya sungai Cipalebuh dan...
Read More
Opini  

Di Sini, Siapapun Presidennya Adalah “Mandor Kontrak” (Catatan: Asep Lukman)

Asep Lukman. (Foto: Dok. Pribadi)

SEPERTINYA kita wajib menyadari bahwa siapun presidennya, grade negara ini hanya ada di level ketiga yang menyandang gelar sebagai negara berkembang. Nasib negara ini sangat bergantung pada negara-negara katagori maju atau negara adi daya. Karena rumus, untuk mengubah nasib, sedikitnya harus memiliki kewenangan dalam stuktur kekuasaan internasional. Lebih khusus pada soal ekonomi.

Perumpamaan hal di atas, semisal seorang profesor doktor politik yang menjabat sebagai ketua DPC suatu partai, sekalipun memilki gelar akademis yang mentereng, namun tidak bisa berbuat banyak saat bertemu pemimpin partai level provinsi yang hanya bergelar strata satu. Terlebih jika berhadapan ketua umum DPP sekalipun sang ketum hanya lulusan SLTA.

Gambaran lainya, kekuatan struktur kekuasaan telah menepatkan nasib presiden yang ada di negara-negara level ketiga pun tidak ubahnya “mandor kontrak” (outsourcing) termasuk untuk kebun subur makmur yang bernama Indonesia. Dan level “mandor kontrak” itu ada di bawah sang administratur (ADM), yaitu negara-negara maju, dan di pucuk pemimpin tertinggi dipegang negara adi kuasa.

Baca Juga:   Fungsi Pengawasan Terhadap Pemerintah Daerah Adalah Marwahnya DPRD Garut

Bukankah fakta, jika para pakar ekonomi kita pun senantiasa bicara, katanya “Krisis ekonomi negara itu diakibatkan oleh pengaruh buruknya ekonomi global”. Bermakna nasib negara ini sangat bergantung pada pasang surut kehidupan negara-negara kuat.

Karena hal itulah, hingga persolan ekonomi yang ditangani pemerintah menjadi jauh berbeda dibanding anggapan sederhana masyarakat awam yang menyatakan “Ekonomi itu ada barang, penjual dan pembeli maka di situ terjadilah transaksi”.

Bagi pemerintah ada masalah lain yang sangat rumit menjelimet sebagai wabah dari praktek monopolisasi ekonomi yang deperankan satu sama lain antra negara. Sayangnya keberadaan negara kita bukanlah negara monopoli tapi yang senantiasa nasibnya termonopoli.

Begitu pun dalam ruang politik, tidak ada satupun politisi sejati selain hanya sosok pejabat yang nasibnya terpolitisir. Artinya, sehebat apapun kita, tetap hanya dipandang oleh negara lain ibarat seorang perawat yang tupoksinya penjaga dan pelayan pasien saja. Adapun resep obat otoritasnya mutlak berada dalam kewenangan sang dokter. Sekalipun para perawat malah sering mengaku diri sebagai dokter ahli di hadapan masyarakat awam. Alhasil mata masyarakat pun terbelalak saat melihat fakta, ternyata mereka hanya dokter abal-abal.

Baca Juga:   Pekerjaan Rumah Ini Menanti Kepala Disdik Garut yang Baru

Lalu, kalau begitu untuk apa Presiden menempatkan mereka yang konon para ahli itu. Semisal dalam urusan ekonomi di Indonesia, sebut saja Sri Mulyani. Betulkah kapasitas dia akan mampu menekan harga dolar hingga nasib rupiah dapat berjaya? Dapatkah dengan kewenangannya sebagai derigen ekonomi negara (Menkeu) mampu melakukan upaya tawaran-menawar yang lebih menguntungkan negara kita dibanding para investor asing?

Jawabannya, “Tolong jangan banyak mengkhayal! Hehe…hehe.

Sejujurnya penempatan pejabat baru entah itu reshuffe, rotasi dan mutasi sama sekali bukan untuk kepentingan hidup rakyat melainkan kadang hanya demi menyulap mata masayarakat hingga muncul seolah ada harapan baru pada sosok pejabat pengganti. Selebihnya untuk mengadopsi aspirasi para politisi (jatah), karena secara simbiosis mutualisme partai adalah pilar demokrasi. Artinya, tanpa partai mana bisa berdiri sebuah negara. Begitu pun sebaliknya institusi parpol beserta orang orangnya, hanya bisa hidup subur jika disiram oleh duit APBN.

Baca Juga:   Kata dan Meme "Tuman" Memperkaya Khazanah Ungkapan Kemarahan

Sebagai penutup mari kita baca sebuah percakapan berikut ini.

Benalu bertanya pada pohon: “Wahai pohon, bagaimana menurut kalian, apakah aku ini lebih baik tetap ada atau hilang dari kehidupan kalian?”

Pohon serempak menjawab dengan bijak: “Kalau memang keberadaanmu bermanfaat, bagaimana mungkin kami akan bertindak bodoh untuk mengusirmu? Sebaliknya, kalau faktanya keberadaanmu banyak memberi madhorot, maka apa tidak lebih baik kamu sadar diri dan pergi dari kehidupan kami jauh-jauh, dari pada nanti kamu harus pergi dengan cara dihinakan.”

Sebagai makhluk berakal dan berperasaan, tentu kita paham tentang makna yang terkandung dalam percakapan tersebut. ***

Comment