Berita

Polri Bakal Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Nurhayati karena Kurang Bukti

×

Polri Bakal Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Nurhayati karena Kurang Bukti

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Agus Andrianto. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Polri berencana menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Kepala Urusan Keuangan Desa Citemu Nurhayati yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana desa oleh Polres Cirebon.

“Gelar perkara yang berlangsung, Jumat (25/2/2022) menunjukkan penyidik Polres Cirebon tak memiliki cukup bukti menetapkan Nurhayati sebagai tersangka dugaan korupsi dana desa,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Agus Andrianto, Sabtu (26/2/2022).

“Hasil gelarnya tidak cukup bukti sehingga tahap duanya (ke kejaksaan) tidak dilakukan,” sambung dia.

Baca Juga:   PKK Cigedug Selenggarakan Lomba Senam Harum Madu, Ini yang Jadi Juaranya

Agus menyampaikan, Biro Pengawas Penyidik (Wassidik) Bareskrim Polri, yang ikut mendalami kasus itu, telah merekomendasikan kepada Kapolres Cirebon dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jawa Barat untuk kembali berkoordinasi dengan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jabar dan Kejaksaan Negeri Cirebon.

“Semoga hasil koordinasi Kapolres dan Direskrimsus dengan Aspidsus dan Kejari mengembalikan P21-nya sehingga kami bisa (menerbitkan) SP3,” terang dia.

Baca Juga:   Satgas Covid-19 Garut Bubarkan Kelompok Pemotor dari Bandung yang Berkerumun di Kafe

Kasus Nurhayati sempat viral di media sosial dan menarik perhatian publik karena banyak pihak menilai ia merupakan salah satu pelapor/pihak yang berupaya membongkar kasus korupsi dana desa di Citemu.

Oleh karena itu, penetapan Nurhayati sebagai tersangka oleh Polres Cirebon tersebut menuai kritik dan protes masyarakat serta berbagai organisasi masyarakat sipil, salah satunya Indonesia Corruption Watch (ICW). Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menyampaikan pelapor tidak dapat dituntut hukum pidana dan perdata.

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *