oleh

Sejumlah Objek Wisata di Garut Ramai Pengunjung Saat Libur Lebaran

GOSIPGARUT.ID — Sejumlah objek wisata di Kabupaten Garut ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah saat libur Lebaran (Hari Raya Idul Fitri) 1442 Hijriah.

Kondisi itu berdasarkan laporan peninjauan unsur pimpinan daerah Garut yakni Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Adi Benny Cahyono, Komandan Distrik Militer 0611 Garut Letkol Czi Deni Iskandar, Kepala Kejaksaan Negeri Garut Sugeng Hariadi, dan unsur aparatur lainnya ke sejumlah objek wisata di Garut, Sabtu (15/5/2021).

Baca Juga:   Garut Akan Kembangkan Hutan Sancang Jadi Destinasi Wisata Terbatas

Adi Benny Cahyono, yang memimpin langsung peninjauan mengatakan sejumlah objek wisata seperti di kawasan Cipanas  terpantau ramai oleh masyarakat yang mengisi waktu liburnya di Hari Raya Idul Fitri.

“Pengunjung objek wisata hari ini cukup ramai,” ujar Kapolres Adi.

Ia mengatakan, ramainya kunjungan tempat wisata di Garut itu karena tingginya antusias masyarakat untuk liburan di Hari Raya Idul Fitri.

Petugas di lapangan, kata Adi, sudah berusaha melakukan pengawasan untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan, membagikan masker secara gratis, dan dilakukan tes antigen secara acak, termasuk memberlakukan putar balik kendaraan.

Baca Juga:   Antisipasi Klaster Wisata di Garut, Pegawai Bergejala akan Dites Usap

“Upaya petugas dalam mengawasi penerapan prokes sudah maksimal, imbauan ke pengunjung, pembagian masker gratis, tes antigen secara random, sampai putar balik kendaraan pengunjung sudah dilakukan,” katanya.

Selain mengawasi pengunjung, kata Kapolres, jajarannya juga mengingatkan pengelola wisata untuk menerapkan aturan pembatasan kunjungan sebesar 50 persen dari kapasitas normal.

Pengelola juga, kata dia, harus terus mengingatkan pengunjung agar selalu memakai masker, tidak berkerumun, cuci tangan pakai sabun, wajib cek suhu tubuh, dan membatasi jam operasional.

Baca Juga:   Wabup Garut: Pembangunan Objek Wisata Situ Bagendit Baru 40 Persen

“Pengunjung wajib mematuhi 5M, menyiapkan alat pengukur suhu, tempat cuci tangan, melakukan imbauan melalui pengeras suara terkait prokes setiap 15 menit, pengelola wajib mematuhi ketentuan pembatasan waktu operasional,” ujar Adi. (Ant)

Komentar

Berita Terkait