oleh

Dinkes Garut Gelar Vaksinasi untuk Lansia Etnis Tionghoa

GOSIPGARUT.ID — Setelah vaksinasi untuk pelayan publik gencar dilaksanakan, kini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut menyasar lansia etnis Tionghoa. Vaksinasi ini dipusatkan di Komplek SD Kristen Dharma Bakti, Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota, Rabu (21/4/2021).

Ditargetkan 1000 orang lansia selesai divaksin hari ini, dengan menggerakan 7 puskesmas.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Garut, Asep Surachman mengatakan, agar mencapai target, proses vaksinasi dimulai lebih pagi, mengingat peserta vaksinasi adalah kaum lansia yang dianggap lebih sensitif dan rentan.

“Kita mempertimbangkan teman-teman kita petugas di bulan puasa ini tentu harus memperhatikan kondisinya. Selain itu juga untuk lansia ini kan sensitif dan rentan terhadap berbagai penyakit. Jadi, saya kira, lebih pagi lebih bagus,” ujar dia.

Baca Juga:   Tiap Bulan di Garut Ada 43 Bayi yang Baru Lahir Meninggal Dunia

Asep menuturkan, setiap lansia yang akan divaksin harus didampingi oleh anggota keluarga yang serumah, dengan perbandingan 2 lansia dan 1 pendamping.

“Kemarin ketentuannya adalah dua orang lansia harus ada pendamping. Misalkan satu orang anaknya, jadi artinya dalam satu rumah itu bisa tiga orang. Misalkan tetangganya cuman satu orang lansianya, tetangganya satu, berarti ada pendampingnya siapa. Nah jadi patokannya adalah 2 banding 1,” tuturnya.

Baca Juga:   Tips dari RSHS Bandung Agar Tidak Terjangkiti Virus Corona

Asep menyampaikan, vaksinasi bagi lansia di luar etnis ini akan dilaksanakan setelah lebaran. Ia berharap vaksinasi hari ini dapat memberi motivasi dan informasi bagi masyarakat, bahwa vaksinasi bagi lansia itu aman dilakukan.

“Kemudian untuk yang di luar etnis ini kita akan laksanakan setelah lebaran. Kita akan bergerak kepada lansia-lansia yang lainnya. Kita akan bergerak per-RW nanti dilaksanakannya. Kemudian harapan kami ketika vaksinasi lansia dilaksanakan menjadikan potret bahwa lansia aman untuk divaksin,” ujarnya.

Menurut koordinator vaksinasi lansia, Martin Siahaan, ada sekitar 750 peserta vaksinasi dari 7 gereja dan 2 vihara yang mengikuti vaksinasi dosis pertama ini.

Baca Juga:   Jika di Garut Selatan Ada Puskesmas Tidak Layak, Laporkan ke Komisi IX

“Ada 7 gereja dan 2 vihara, kemungkinan totalnya itu jumlahnya sekitar 750. Hampir semua divaksin sekarang untuk dosis pertama. Dosis kedua kira-kira mungkin setelah lebaran. Tapi sampai hari ini belum ada keputusan dari dinas,” papar dia.

Sementara itu seorang peserta vaksinasi, Juli (75), menyatakan tidak merasakan sakit saat proses vaksinasi. “Ga ada rasa sakit. Persiapannya ya sarapan aja, berdoa. (informasi ini) Saya dapat dari Vihara. Harapannya semua sehat lah, Indonesia Jaya,” pungkasnya. (Yan AS)

Komentar

Berita Terkait