oleh

PSBB Diperpanjang, Pemkab Garut Izinkan Tempat Wisata Buka

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memutuskan untuk kembali memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) proporsional hingga 8 Februari 2021. Walau begitu, Pemkab Garut melonggarkan pembatasan di sektor pariwisata yang tadinya tidak boleh buka.

“Lanjut sampai dengan tanggal 8 Februari,” kata Humas Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, Selasa (26/1/2021).

PSBB proporsional, seharusnya berakhir pada Senin (25/1/2021). Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, jumlah penambahan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 selama PSBB proporsional diberlakukan pada 12 Januari 2021, berjumlah 1.274 orang, atau rata-rata per harinya penambahan di angka 91 orang.

Baca Juga:   Selama PSBB, Kawasan Wisata Pantai di Garut Selatan Ditutup Total

Selain itu, jumlah warga yang terkonfirmasi positif dan meninggal dunia selama PSBB proporsional di Garut berjumlah 49 orang. Dengan jumlah itu, rata-rata setiap harinya warga yang meninggal akibat Covid-19 di Garut berjumlah 3 orang.

Sampai Selasa (26/1/2021) sore, jumlah warga Kabupaten Garut yang terkonfirmasi positif Covid-19 keseluruhan berjumlah 5.860 kasus. Dari jumlah itu, 841 orang melakukan isolasi mandiri, 510 orang isolasi di rumah sakit dan perawatan, 4.222 orang dinyatakan sembuh, dan 187 orang meninggal dunia.

Baca Juga:   Anggota TNI Disebar di Tempat Wisata Garut, Ingatkan Wisatawan Terapkan Protokol Kesehatan

Bupati Rudy Gunawan menyebut bahwa penurunan atau peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut tidak selalu berbanding lurus dengan penerapan PSBB proporsional. PSBB proporsional bertujuan untuk menumbuhkan kedisiplinan masyarakat dan menerapkan protokol kesehatan.

Ia mengklaim bahwa hasil penerapan PSBB proporsional di Kabupaten Garut cukup baik.”Meski belum maksimal, belum efektif 100 persen, namun sudah ada usaha masyarakat untuk menghindari kerumunan, menerapkan prokes,” ujarnya.

Di PSBB proporsional tahap dua, Rudy menjelaskan, ada sejumlah kelonggaran aturan dalam penerapannya. Salah satunya adalah dibolehkannya tempat wisata beroperasi, namun pengelola harus membatasi jumlah pengunjung maksimal 25 persen.

Baca Juga:   New Normal, Disbudpar Garut Siapkan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Selain membuka tempat wisatanya, Rudy juga mengizinkan wisatawan datang ke Garut dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19. Ia menyebut bahwa pihaknya akan akan menyediakan sejumlah pos pemeriksaan untuk melakukan uji cepat antigen kepada wisatawan.

Selain itu, di PSBB proporsional tahap dua pun waktu operasional toko modern dan swalayan diperpanjang 1 jam. “Toko modern tadinya hanya boleh sampai jam 7 malam, sekarang sampai jam 8 malam,” terangnya. (Mrdk)

Komentar

Berita Terkait