oleh

Kadis LH: Tujuh Kecamatan di Garut Produksi Sampah 200 Ton/Hari

GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Garut, Uu Saepudin, mengatakan produksi sampah dari tujuh kecamatan di Kabupaten Garut mencapai 200 ton per hari.

“Produksi sampah per harinya, baru dari 7 kecamatan saja sudah mencapai 200 ton per hari,” ujar dia saat ditemui di kantornya, Jalan Patriot, Tarogong Kidul, Senin (23/11/2020).

Ketujuh kecamatan itu, lanjut Uu, adalah Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karangpawitan, Wanaraja, Banyuresmi, dan Samarang.

“Ketujuh kecamatan tersebutlah yang memiliki pengelolaan sampah. Kecamatan lainnya masih dalam tahap pengembangan, kecamatan lainnya juga harus dilayani dan memiliki pelayanan sampah sesuai dengan kebijakan strategi daerah,” ujar dia.

Baca Juga:   Dinas LH Garut akan Terapkan Sanksi bagi Pelanggar Kebersihan

Uu menambahkan, karena target pengelolaan sampah itu ada di 42 kecamatan, makanya pihaknya tahun ini sudah membuat DED (detail engineering design). Pihaknya pun tinggal merealisasikan pembelian lahan yang akan digunakan sebagai TPA (tempat pembuangan akhir).

“Dengan banyaknya produksi sampah per hari ini, harus ada langkah-langkah ataupun upaya untuk mengurangi jumlah produksi sampah tersebut,” tandasnya.

Baca Juga:   Dewan Pengawas Minta Perumda Tirta Intan Implementasikan Rencana Bisnis

“Dilihat dari jumlah produk sampah yang dihasilkan, kita harus mengurangi jumlah produk sampah ini. Makanya program selanjutnya ialah melakukan pengurangan sampah dengan cara diolah lagi atau recycle untuk mencari nilai tambah dari sampah tersebut. Itu yang akan kita laksanakan,” kata Uu lagi.

Ia berharap ke depannya akan ada sarana prasarana penunjang yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga permasalahan sampah bisa teratasi.

Baca Juga:   Cerita Sang Penghitung Kendaraan Mudik di Jalur Limbangan Garut

“Mudah-mudahan ke depan kalau sudah ada tempat pembuangan sesuai dengan aturan dan ketetapan, selanjutnya kita akan membeli mesin untuk pengolahaan sehingga kita bisa menambahkan nilai tambah dari sampah tersebut,” ujar Uu. (Yan AS)

Komentar

Berita Terkait