oleh

Yuda Puja Turnawan, Legislator Muda PDI Perjuangan yang Kaya Ide

HARI ini, Selasa13 Agustus 2019, untuk kali kedua Yuda Puja Turnawan dilantik sebagai anggota DPRD Garut periode 2019 – 2024. Sebelumnya, di periode 2014 – 2019, legislator muda dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini terbilang berhasil mengemban amanat rakyat yang diwakilinya. Sehingga tak heran jika penilaian positif pun bermunculan dari banyak kalangan.

Siapa dan bagaimana Yuda Puja Turnawan?

Banyak orang yang tahu kalau Ketua DPC PDIP Kabupaten Garut ini adalah anak sulung dari politisi senior PDI Perjuangan yang menjadi Wakil Bupati Garut pada periode 2005-2009, Memo Hermawan. Terkenal cakap dan piawai dalam menelurkan ide-idenya selama duduk lima tahun sebagai legislator (Komisi A) di gedung Jalan Patriot Garut itu.

Alumni SMPN 2 Garut ini pun tergolong aktif dalam sidang sidang yang diselenggarakan di lingkungan DPRD, juga aktif dalam kunjungan kerja, serta turun langsung untuk mendengarkan suara masyarakat baik secara formal (reses) maupun acara informal.

Sebelum terjun ke dunia politik, lulusan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gajah Mada (UGM) ini sempat menjalani bisnis kedelai hitam malika bersama teman-temannya di Jawa Tengah (2004-2008). Setelah itu, pada tahun 2008, Yuda kembali ke kota kelahirannya sambil memulai bisnis warnet.

Baca Juga:   Peneliti PISP: Penggunaan Hak Angket Terhadap Bupati Garut Kadaluarsa

Namun di tahun itu pula, ayah dua orang putra ini pun terjun ke politik dan mulai aktif di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut. Tugas pertamanya adalah pengkondisian saksi untuk pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2008 dengan calon PDIP saat itu yaitu Agum Gumelar yang berpasangan dengan Nu’man abdul Hakim dari PPP.

“Saya bertugas khusus divisi saksi mulai dari rekrutmen sampai pelatihan saksi untuk Pilkada, Pileg dan Pilpres,” ujar alumni SMAN 1 Garut tersebut.

Di tahun 2008-2009 Yuda juga dipercaya sebagai Ketua Divisi Saksi Megawati Prabowo untuk pilpres 2009. Tahun 2010 Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut digelar, Yuda mulai memasuki struktur DPC dan duduk sebagai wakil sekretaris bidang internal.

Yuda Puja Turnawan. (Foto: Istimewa)

Sementara pada Konferensi Cabang 2015 atau periode kedua, Yuda duduk sebagai wakil ketua DPC hingga Juli 2019. Dan pada Konfercab PDIP Garut 2019, ia terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

“Dulu tahun 2009 saya pernah mencalonkan di dapil 3 (sekarang dapil 5) namun perolehan suara tidak signifikan, sehingga saya tidak lolos menjadi anggota legislatif. Kemudian 2014 mencalonkan di dapil 1 dan mendapatkan suara terbanyak sehingga otomatis lolos. Dan tahun ini saya kembali mendapat suara terbanyak,” tutur Yuda.

Baca Juga:   Massa KMB Akan Nginep di Halaman Kantor DPRD Garut Sampai Rabu Depan

Permintaan ayah

Ia mengatakan, salah satu alasan terjun ke politik karena saat 2008 ada permintaan ayahnya untuk membantu tugas-tugas partai dalam rangka menjelang Pilgub. Keberadaan Yuda saat itu sangat diuntungkan dengan posisi Memo Hermawan yang menjadi Pjs Bupati (sebelumnya wabup) dan juga Ketua DPC PDI Perjuangan Garut.

“Secara pribadi saya juga tertarik dengan PDI Perjuangan karena partai ini adalah partai yang inklusif yang menganggap negara ini adalah bukan milik satu golongan namun milik semua golongan, dan menghormati keanekaragaman,” ujar Yuda.

Disinggung mengenai apa yang harus dibenahi di DPRD Garut saat ini, ia menjawab tegas bahwa banyak sekali yang harus dibenahi di lembaga legislatif itu.

“Saya juga sebagai salah satu anggota di dalamnya merasa masih jauh dari harapan, intensitas pertemuan kita sebagai anggota dengan masyarakat itu harus tinggi, karena memang sejak 2018 PP tunjangan keuangan pimpinan dan anggota DPRD itu sudah ditingkatkan oleh pemerintah, tunjangan komunikasi intensif komunikasi lebih tinggi mewajibkan kita untuk lebih responsif dan aktif dalam melakukan silaturahmi dengan masyarakat,” jelas Yuda.

Ia mengaku pernah melakukan reses di Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan. Ketika reses di sana, masyarakat terlihat pasif. Yang muncul hanya usulan-usulan dari aparatur kelurahan saja. Usulannya hanya sekitar jalan lingkungan. Akan tetapi saat dirinya turun ke bawah, ternyata banyak persoalan yang lebih penting, seperti akses atas air bersih misalnya.

Yuda Puja Turnawan bersama Bupati Garut, Rudy Gunawan. (Foto: Istimewa)

“Dari pengalaman itu saya mengambil kesimpulan bahwa saya harus turun ke tingkatan lebih bawah lagi. Kalau bisa sampai tingkat kampung, dusun atau RW,” terang Yuda.

Baca Juga:   Cerita Putri Mutiara Sari Menggapai Duta GenRe Terbaik 1 Puteri Garut 2019

Menurut dia, intensitas pertemuan anggota DPRD dengan masyarakat harus lebih ditingkatkan, karena tunjangan komunikasi untuk anggota DPRD juga telah ditingkatkan oleh Presiden Jokowi sampai sekitar 150 persen. Hal itu merupakan bekal luar biasa bagi anggota DPRD untuk periode selanjutnya dalam memperbaiki diri dan kinerjanya.

Sehingga, lanjut Yuda, DPRD tidak dianggap hanya sebagai menara gading tapi sebagai lembaga yang lebih responsif yang lebih mendengar. Kata “parlemen” itu memang “Bicara”, DPRD memang digaji untuk bicara, tapi untuk bicara ke birokrasi (Pemda). Sementara kalau ke masyarakat, DPRD harus lebih banyak mendengar.

“Kinerja saya harus dimonitor. Tiap bulan saya harus berbicara, jika tidak berarti saya korupsi. Bagi saya pribadi dan DPRD sebagai kelembagaan, ini sebagai cambuk juga untuk lebih responsif lebih mengetahui persoalan persoalan rill di lapangan karena kita sudah dibekali oleh negara tunjangan komunikasi yang besar,” pungkasnya.(Yuyus)

Komentar

Berita Terkait