oleh

Aduh, di Garut Masih Terdapat 42 Ribuan Rumah Tidak Layak Huni

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus melakukan pendataan keberadaan rumah tidak layak huni (rutilahu) di seluruh kecamatan untuk selanjutnya akan menjadi perhatian dan diberi bantuan program perbaikan untuk rumah tersebut.

Bupati Rudy Gunawan mengatakan, hingga saat ini masih ada sekitar 42 ribuan rumah rutilahu di Kabupaten Garut dan tersebar di setiap kecamatan yang belum dapat dituntaskan penanganannya karena keterbatasan anggaran yang tersedia setiap tahunnya.

“Masih ada 42 ribu rumah itu yang terdata,” kata Bupati Rudy Gunawan kepada wartawan, Rabu (13/3/2019) seraya menambahkan, Pemkab Garut terus melakukan pendataan keberadaan rutilahu di seluruh kecamatan untuk selanjutnya akan menjadi perhatian dan diberi bantuan program perbaikan untuk rumah tersebut.

Baca Juga:   Pengusaha Australia dan Ukraina Minta Dikirim Kopi Garut

Pemerintah, lanjut Rudy, sudah meluncurkan program untuk perbaikan rutilahu setiap tahunnya untuk membantu masyarakat menempati rumah dengan kondisi yang layak aman dan nyaman. “Untuk itu kami terus melakukan upaya dengan meluncurkan program perbaikan rutilahu,” katanya.

Rudy mengungkapkan, saat ini Pemkab Garut baru mampu memperbaiki delapan ribuan rutilahu setiap tahunnya dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp600 miliar dengan rincian setiap rumah mendapatkan dana stimulan sebesar Rp12 juta.

Baca Juga:   Warga Naringgul dan Cidaun Berharap Perbaikan Jalan Amblas Dipercepat

Ia menargetkan, persoalan rutilahu di Garut dapat dituntaskan pada tahun 2024 atau masa berakhirnya periode kedua jabatan menjadi Bupati Garut. “Saya menargetkan rutilahu itu bisa diperbaiki hingga 2024,” ujar Rudy.

Terkait seorang warga yang mengharapkan perbaikan rumah karena rusak terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Karangpawitan, Rudy menyatakan siap membantunya bekerjasama dengan Garut Peduli dan Baznas. (Ant/Yus)

Komentar

Berita Terkait